“Etika menjadi penting karena dalam pengembangan-pengembangan AI kita akan bersinggungan dengan soal-soal yang sangat fundamental, terutama ada konflik nilai, norma, dan visi,” ujar Nezar.
Menurut Wamen Nezar, konflik nilai tersebut dapat timbul akibat model-model AI buatan negara lain belum tentu sesuai dengan nilai-nilai yang dipegang oleh masyarakat Indonesia.
“Kita tahu kalau AI, apalagi generative AI yang berbasis Large Language Model, kebanyakan model-modelnya dibentuk oleh negara-negara barat sehingga konflik nilai itu sangat mungkin terjadi dalam pemrosesan data dan juga pengambilan keputusan yang dibuat oleh AI ini,” jelasnya.
Oleh karena itu, Wamen Nezar mendukung rencana penyelenggaraan Global Ethics Forum di Indonesia pada Oktober mendatang dan berharap acara tersebut dapat melahirkan kesepakatan di tingkat global agar etika bisa berada dalam posisi yang lebih strategis.***
Sumber: Siaran Pers Kemkomdigi

















