TERASJABAR.ID – Pelatih Timnas Uzbekistan, Fabio Cannavaro, menilai Piala Dunia 2026 menjadi pengalaman berharga bagi timnya meski harus mengakhiri turnamen tanpa satu pun kemenangan.
Uzbekistan dipastikan tersingkir setelah kalah 1-3 dari DR Congo pada laga terakhir Grup K di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta.
Usai pertandingan, Cannavaro mengungkapkan bahwa sejak awal ia telah mengingatkan para pemain mengenai kerasnya persaingan di Piala Dunia.
Menurut mantan kapten Italia itu, turnamen sebesar ini tidak memberikan banyak kesempatan untuk melakukan kesalahan karena setiap detail dapat menentukan hasil pertandingan.
Ia menilai salah satu faktor yang membuat Uzbekistan gagal mempertahankan keunggulan adalah ketidakmampuan tim beradaptasi dengan perubahan strategi yang diterapkan lawan sepanjang babak kedua.
Meski demikian, Cannavaro tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah menunjukkan semangat juang hingga peluit akhir dibunyikan.
Pelatih berusia 52 tahun itu juga mengaku merasakan kekecewaan yang sama dengan skuadnya.
Namun, ia meminta para pemain menjadikan pengalaman tampil di panggung dunia sebagai modal untuk berkembang pada masa depan.
Cannavaro menegaskan kemajuan sepak bola Uzbekistan harus terus didorong melalui pembinaan pemain muda dan penguatan sistem akademi agar mampu bersaing secara konsisten di level internasional.
Dalam laga tersebut, Uzbekistan sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat Eldor Shomurodov pada menit ke-10.
Namun, DR Congo bangkit di babak kedua melalui dua gol Yoane Wissa dan satu gol Fiston Mayele untuk membalikkan keadaan menjadi 3-1.
Hasil itu membuat Uzbekistan menutup fase grup tanpa poin setelah sebelumnya juga kalah dari Kolombia dan Portugal.
Sementara itu, DR Congo berhasil melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, sedangkan Kolombia dan Portugal finis sebagai juara dan runner-up Grup K.-***
















