TERASJABAR.ID – Dua mayat ditemukan di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung dan di sebuah gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Di Kecamatan Dayeuhkolot, tepatnya di Sungai Cipurut warga geger menyusul penemuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki, Selasa (14/4/2026) sore.
Kapolsek Dayeuhkolot, Triyono Raharja, mengungkapkan bahwa berdasarkan kondisi fisik, bayi tersebut diduga telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan. Hal itu terlihat dari kondisi jasad yang sudah membengkak, membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
“Fisik mayat sudah membengkak dan membusuk serta mengeluarkan bau tidak sedap, dan tali pusar masih menempel pada jasad bayi tersebut,” ujarnya, Rabu (16/4/2026).
Penemuan jasad bayi itu bermula saat warga tengah berupaya menahan arus air sungai yang meluap agar sampah tidak meluber ke jembatan. Saat itulah salah seorang warga melihat benda mencurigakan yang ternyata adalah jasad bayi.
Saksi kemudian turun ke aliran sungai untuk mengevakuasi jasad tersebut agar tidak hanyut terbawa arus. Bayi itu kemudian dibvungkus menggunakan kantong plastik berwarna merah sebelum akhirnya dilaporkan kepada pihak berwajib.
“Saksi turun langsung mengambil jasad tersebut dan membungkusnya dengan kantong plastik merah,” kata Triyono.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak kepolisian telah memintai keterangan sejumlah saksi di lokasi. Dari hasil pemeriksaan awal terhadap kondisi fisik jasad, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tajam maupun benda tumpul.
Selanjutnya, jasad bayi tersebut dibawa ke RS Sartika Asih untuk dilakukan proses autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Jasad Riki di Gorong-gorong
Sementara itu, seorang pria bernama Riki Supriatna (30) ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (14/4/ 2026).
Penemuan jasad korban bermula saat petugas PLN tengah melakukan penggalian untuk memperbaiki kabel listrik yang mengalami kebocoran. Saat proses pengerjaan berlangsung, petugas menemukan tubuh korban di dalam saluran tersebut dan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga korban meninggal dunia akibat sengatan listrik. Dugaan ini diperkuat dengan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Di sekitar lokasi, petugas juga menemukan sebuah tas yang berisi sejumlah alat kerja. Dari temuan tersebut, korban diduga hendak melakukan aktivitas pemotongan kabel.
Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan guna memastikan kronologi dan penyebab pasti kematian korban.
Kasus ini kini dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.
















