TERASJABAR.ID – Kaget, marah, sedih dan prihatin. Semua rasa itu berkecamuk di benak Ketua Komisi V DPRD Jabar H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., ketika memperoleh kabar “penculikan” siswi SDN Sindang 4 Kec. Sumedang Utara, yang ternyata bukan seperti yang awal diberitakan.
Kabar “penculikan” NAM (14), siswi kelas VI SD ini sempat viral, setelah orangtuanya melaporkan kasus kehilangan ke Polres Sumedang, Jumat (17/4/2026) lalu. Polisi yang bergerak cepat, berhasil menangkap Ind (35) yang diketahui merupakan guru honorer di salah SMK di wilayah Tomo, keesokan harinya. Namun berdasarkan pengakuan Ind, ia tak menculik NAM, melainkan mengenalnya lewat aplikasi kencan (aplikasi hijau). NAM pun diberi sejumlah uang setelah beberapa kali berhubungan intim, sesuai dengan kesepakatan.
“Ya, jika benar pengakuan tersangka, ini jelas amat sangat memprihatikan. Bagaimana tidak, seorang siswi SD yang masih dikategorikan anak-anak, sudah memiliki aplikasi kencan, dan bahkan menerima bayaran dari aktivitas seksualnya. Ini tak masuk di akan saya,” tandas H. Untung, ketika dimintai tanggapannya, Senin (20/4/2026).
Ia juga turut merasakan kesedihan dan kekagetan yang dialami orangtua NAM atas apa yang menimpa anaknya. “Ini pelajaran yang begitu berharga bagi keluarga NAM pada khususnya, dan kita semua pada umumnya. Betapa pengawasan terhadap aktivitas anak menjadi amat penting. Kita tak boleh lengah dan jangan pernah lelah untuk mengajarkan nilai-nilai agama dan moral kepada anak-anak kita,” kata politisi Partai Golkar asal dapil Sumedang-Majalengka-Subang ini.
“Terhadap Ind yang merupakan guru SMK, saya juga tak habis pikir, mengapa ketika menemukan anak kecil di aplikasi kencan, masih saja menjalankan aksi bejatnya. Bukankah ia seorang guru yang seharusnya digugu dan ditiru? Saya mendesak pihak terkait di Dinas Pendidikan Jabar bisa memberikan sanksi yang sepadan dengan perkeliruan yang dilakukannya,” pinta H. Untung.*














