TERASJABAR.ID – Operator sistem gas Inggris, National Gas, memperkirakan pasokan energi negara tersebut tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan bisnis selama musim panas, meskipun harga gas melonjak akibat konflik di Timur Tengah.
Dalam laporan terbarunya, National Gas menyebut cadangan gas Inggris cukup stabil, bahkan memungkinkan sebagian pasokan diekspor ke Eropa daratan.
Proyeksi ini muncul di tengah ketidakpastian pasar energi global setelah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya sejak konflik antara AS-Israel dan Iran pada akhir Februari.
Lonjakan harga terlihat signifikan, dengan gas berjangka Inggris naik hingga sekitar 120,7 pence per therm dari sebelumnya sekitar 78 pence.
Kenaikan ini dipicu oleh gangguan produksi gas alam cair (LNG) di beberapa negara Timur Tengah seperti Qatar, serta terganggunya jalur distribusi melalui Selat Hormuz.
Meski demikian, sebagian besar kebutuhan gas Inggris diperkirakan akan dipenuhi dari produksi domestik di Landas Kontinental Inggris dan impor dari Norwegia, yang menyumbang sekitar 86% dari total pasokan.
Sisanya berasal dari penyimpanan fleksibel (sekitar 5%) dan impor LNG (sekitar 9%).
Direktur energi National Gas, Glenn Bryn-Jacobsen, menegaskan bahwa diversifikasi sumber pasokan memberikan ketahanan terhadap fluktuasi pasar.
Sementara itu, permintaan gas diproyeksikan relatif stabil dibanding musim panas tahun lalu, dengan penurunan penggunaan untuk pembangkit listrik namun sedikit peningkatan dari sektor rumah tangga dan komersial.
National Gas juga menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan antara pemerintah, industri, dan regulator guna menjaga keamanan energi di tengah meningkatnya ketergantungan pada impor.-***

















