TERASJABAR.ID – Imunisasi DT (Difteri Tetanus) dan Td (Tetanus Difteri) menjadi salah satu upaya penting dalam melindungi anak dari penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Kedua vaksin ini berperan sebagai perlindungan dasar dan lanjutan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sejak usia dini hingga remaja.
Imunisasi DT diberikan khusus untuk bayi dan anak kecil sebagai bentuk perlindungan awal terhadap penyakit difteri dan tetanus.
Vaksin ini membantu membentuk sistem imun yang masih berkembang agar mampu melawan infeksi sejak dini.
Sementara itu, vaksin Td berfungsi sebagai penguat atau booster yang diberikan saat anak bertambah usia untuk mempertahankan kekebalan yang sudah terbentuk sebelumnya.
Difteri merupakan infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae yang dapat menyerang saluran pernapasan dan menimbulkan selaput berbahaya di tenggorokan, disertai gejala seperti demam dan kesulitan menelan.
Sementara tetanus adalah penyakit yang menyerang sistem saraf dan menyebabkan kekakuan otot yang dapat berujung pada komplikasi serius.
Pemberian imunisasi DT dilakukan bertahap mulai usia 2, 4, 6, hingga 15–18 bulan dan dilanjutkan pada usia sekolah dasar.
Sedangkan vaksin Td umumnya diberikan pada usia di atas 7 tahun sebagai booster, kemudian diulang setiap 10 tahun untuk menjaga daya tahan tubuh.
Menurut sejumlah lembaga kesehatan, vaksin DT dan Td memiliki tingkat efektivitas tinggi dalam mencegah penyakit difteri dan tetanus.
Meski demikian, anak dapat mengalami efek samping ringan seperti demam, nyeri di area suntikan, atau kelelahan sementara.
Pemeriksaan kesehatan sebelum imunisasi serta konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan untuk memastikan kondisi anak dalam keadaan optimal.-***
















