Menurut Wamen Nezar, transformasi digital nasional membutuhkan dukungan infrastruktur yang inklusif agar manfaat ekonomi digital dapat dirasakan secara merata.
Pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan ruang digital untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
“Kita ingin akses digital ini semakin inklusif. Jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal hanya karena tidak mampu mengakses internet yang berkualitas,” ujarnya.
Wamen Nezar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia layanan telekomunikasi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mempercepat pemerataan konektivitas nasional.
Menurutnya, tantangan geografis Indonesia memerlukan pendekatan inovatif agar layanan internet dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efisien.
Selain memperluas akses, Kementerian Komunikasi dan Digital juga terus mendorong peningkatan kualitas jaringan nasional agar mampu mendukung kebutuhan teknologi masa depan seperti artificial intelligence, layanan cloud, Internet of Things, dan pengembangan ekonomi digital nasional.
“Ke depan kebutuhan bandwidth kita akan semakin besar. Karena itu, kualitas internet dan keterjangkauan harga harus berjalan bersama,” katanya.
Melalui kolaborasi pemerintah dan industri, Wamen Nezar berharap layanan internet cepat dengan harga terjangkau dapat membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mengakses pendidikan digital, memperluas peluang usaha, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam ekonomi digital global.***
Sumber: Siaran Pers Kemkomdigi

















