TERASJABAR.ID – Para pejabat Iran dijadwalkan melakukan pertemuan dengan mediator dari Pakistan pada 16 April untuk membahas proposal terbaru dari Amerika Serikat serta menentukan kemungkinan dilanjutkannya putaran kedua perundingan.
Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme bahwa konflik dapat segera berakhir.
Menurut laporan kantor berita negara Tasnim News Agency, hasil diskusi delegasi Pakistan yang dipimpin oleh Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir akan ditinjau oleh pihak Iran sebelum diputuskan apakah negosiasi lanjutan dengan AS akan dilanjutkan.
Munir sebelumnya telah tiba di Teheran pada 15 April dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, dengan misi meredakan ketegangan antara kedua pihak.
Sumber Iran juga menyebut bahwa komunikasi tidak langsung antara Teheran dan Washington terus berlangsung melalui jalur Pakistan.
Sementara itu, Trump kembali menegaskan keyakinannya bahwa kesepakatan damai “sangat dekat” dalam wawancara dengan media AS, meskipun sebelumnya ia kerap mengeluarkan pernyataan yang juga bernada ancaman terhadap Iran.
Di sisi lain, Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt menyatakan optimisme bahwa pembicaraan lanjutan mungkin digelar di Pakistan.
Wakil Presiden JD Vance juga menilai telah ada kemajuan dalam dialog awal kedua negara.
Namun, sejumlah isu krusial masih menjadi penghambat, termasuk program pengayaan uranium Iran serta status Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdagangan energi dunia.
Ketegangan meningkat setelah AS mengumumkan blokade maritim dan Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap kapal asing.
Selain itu, AS memperketat sanksi ekonomi dengan menargetkan jaringan minyak Iran dan menutup pengecualian ekspor tertentu.
Washington juga memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah di tengah kekhawatiran eskalasi konflik jika perundingan gagal mencapai kesepakatan.-***
















