TERASJABAR.ID– Jembatan Monjot di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, kembali ditutup total mulai 16 Mei 2026 akibat kerusakan struktur yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Penutupan ini membuat akses dari Majalengka menuju Indramayu, Gerbang Tol Kertajati, hingga Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati terganggu.
Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Pandu Renata Surya mengatakan penutupan dilakukan demi keselamatan selama proses rehabilitasi berlangsung.
“Jembatan sedang dalam tahap perbaikan sehingga sementara ditutup total. Rekayasa lalu lintas juga sudah disiapkan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Jembatan sepanjang 125 meter dengan lebar 7 meter ini merupakan jalur strategis penghubung Majalengka dan Indramayu. Kerusakan terjadi pada badan jalan sehingga tidak aman dilintasi, terutama oleh kendaraan besar yang setiap hari melintas.
Kerusakan pada Jembatan Monjot bukan yang pertama kali. Sejak 2016, jembatan ini berulang kali mengalami kerusakan akibat usia konstruksi, cuaca ekstrem, dan tingginya intensitas kendaraan.
Pada Agustus 2016, permukaan jalan amblas karena konstruksi lapuk sehingga jembatan ditutup total untuk perbaikan permanen. Belum lama selesai diperbaiki, Januari 2017 jembatan kembali rusak akibat hujan deras dan cuaca ekstrem. Akses ditutup selama 34 hari sejak 14 Januari 2017.
Kerusakan serupa kembali terjadi pada Januari 2020 ketika permukaan jembatan berlubang dan kendaraan besar tidak bisa melintas. Kini, Mei 2026, perbaikan menyeluruh kembali dilakukan.
Selama penutupan, kendaraan besar seperti truk dan bus dari arah maupun menuju Gerbang Tol Kertajati dialihkan melalui Gerbang Tol Sumberjaya. Untuk kendaraan minibus dan sepeda motor, polisi menyiapkan jalur alternatif melalui Desa Pakubeureum, Desa Pagandon, Blok Dukuhwaru, dan Desa Kadipaten.
Kendaraan dari arah Kadipaten menuju Kertajati diarahkan melalui rute Dukuhwaru–Pagandon–Pakubeureum. Jalur ini hanya berlaku untuk roda dua dan minibus.
Bagi kendaraan besar, kepolisian juga mengarahkan penggunaan akses alternatif melalui Gerbang Tol Ujungjaya Tol Cisumdawu di Kabupaten Sumedang untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi perbaikan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan rambu lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan menyesuaikan waktu perjalanan selama proses rehabilitasi berlangsung,” pungkas Pandu.(*)
















