TERASJABAR.ID – Jerman harus menelan kekalahan 2-1 dari Ekuador pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026.
Meski demikian, pelatih Julian Nagelsmann menolak anggapan bahwa timnya bermain tanpa motivasi karena sudah lebih dulu memastikan tiket ke babak berikutnya.
Ia menegaskan bahwa menilai pemain tidak berjuang maksimal adalah penyederhanaan masalah yang keliru.
Beberapa pemain seperti Joshua Kimmich dan Deniz Undav justru mengakui bahwa Ekuador tampil dengan hasrat menang yang lebih besar.
Situasi ini menyoroti ketidakkonsistenan performa Jerman yang masih terlihat belum stabil meski telah lolos ke fase gugur.
Tim ini dinilai masih kesulitan menemukan keseimbangan permainan dan arah yang jelas di bawah Nagelsmann.
Di sisi lain, atmosfer sepak bola Jerman juga dipenuhi suara dari para legenda generasi 2014 yang kini aktif sebagai analis.
Nama-nama seperti Jürgen Klopp, Thomas Müller, Mats Hummels, hingga Toni Kroos kerap memberikan komentar tajam terhadap perkembangan tim nasional saat ini.
Kehadiran mereka menciptakan tekanan tambahan sekaligus nostalgia terhadap era kejayaan Jerman satu dekade lalu.
Perbandingan dengan generasi juara dunia 2014 semakin memperkuat kesan bahwa Jerman saat ini masih mencari identitas baru.
Bahkan posisi kiper Manuel Neuer yang kembali dipanggil dianggap belum sepenuhnya mengembalikan stabilitas tim.
Nagelsmann sendiri masih mempertahankan sejumlah keputusan taktisnya, termasuk komposisi pemain inti, meski kritik terus mengalir.
Dengan laga melawan Paraguay menanti dan potensi lawan berat di fase selanjutnya, Jerman dihadapkan pada tantangan besar untuk menyatukan kembali identitas permainan mereka dan keluar dari bayang-bayang kejayaan masa lalu.-***















