Selain itu, kedua pihak sepakat untuk memperkuat integrasi sistem data dan monitoring riset nasional secara bertahap menuju sistem yang lebih real time.
Melalui sistem ini, aktivitas riset di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat dipantau secara terpadu, sehingga mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan efisiensi pengelolaan anggaran riset.
Audiensi ini juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya fokus riset pada isu-isu strategis nasional, seperti pengelolaan sampah, ketahanan energi, serta pengembangan vaksin untuk penyakit prioritas.
Presiden juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi lintas lembaga untuk meminimalkan potensi duplikasi riset serta mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal untuk menghasilkan dampak nyata.
Dalam aspek pendanaan, dibahas pula pentingnya mendorong keberlanjutan dan stabilitas dukungan anggaran riset, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik dan menjaga kualitas output riset.
Penguatan sumber daya manusia peneliti, termasuk pentingnya pengembangan jalur karir peneliti di perguruan tinggi juga turut dibahas.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas riset nasional sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam ekosistem inovasi.
Di tingkat global, kedua pihak turut membahas strategi peningkatan posisi Indonesia dalam Global Innovation Index (GII), antara lain melalui penguatan data nasional, peningkatan jumlah peneliti, serta optimalisasi investasi riset terhadap produk domestik bruto.
















