Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menambahkan bahwa Indonesia menunjukkan kemajuan dalam penanganan stunting dengan meningkatnya jumlah indikator kesehatan yang berhasil dicapai dari 3 poin pada 2024 menjadi 8 poin pada 2025.
Fokus pemerintah adalah memastikan bayi tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga tumbuh dengan gemilang melalui pemantauan gizi dan stimulasi yang tepat.
Konsorsium 1.000 HPK hadir untuk menyatukan langkah antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga organisasi masyarakat yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri.
Kerja sama ini diharapkan dapat menghilangkan tumpang tindih program melalui empat kelompok kerja yang memantau fase sebelum hamil hingga anak berusia dua tahun.
Dalam pelaksanaannya, Kemenkes menggandeng Rabu Biru Foundation sebagai sekretariat konsorsium.
Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi, menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan koordinasi lintas sektor agar setiap inisiatif mitra dapat terukur manfaatnya secara langsung bagi masyarakat.
Keberhasilan program besar ini nantinya akan diukur dari satu hal mendasar, yakni apakah bayi yang lahir esok hari bahkan di pelosok desa sekalipun benar-benar mendapatkan layanan kesehatan dan asupan gizi terbaik di 1.000 hari pertamanya. ***
Sumber: Siaran Pers Kemenkes
















