“Sehingga 1.582 unit kapal yang akan dikerjakan tentu memiliki nilai strategis yang sangat penting, baik untuk kehidupan nelayan itu sendiri, kemudian bagaimana usaha strategis pembangunan kapal-kapal Indonesia tentunya akan menyerap lapangan kerja, dan menumbuhkan galangan-galangan kapal. Pembangunan 1.582 kapal ini akan membawa angin segar terjadinya penumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja yang luar biasa,” tambahnya.
Latif menegaskan, program modernisasi kapal ini adalah momentum transformasi, yang mana tidak hanya membangun kapal secara fisik, tetapi membangun ekosistem perikanan tangkap yang modern, produktif, dan berkelanjutan. Kunci keberhasilan sistem penangkapan ikan yang didukung modernisasi kapal perikanan ini tidak hanya pada kapalnya yang modern, tetapi juga pada SDM kompeten yang mengoperasikannya.
Karena itu, pihaknya memandang, kegiatan peluncuran ini merupakan langkah yang sangat strategis, memerlukan kerja sama berbagai pihak, dan diharapkan sebagai entry point dalam membangun sistem manajemen SDM perikanan tangkap yang terintegrasi.
“Untuk itu, saya mengajak seluruh pihak baik internal KKP, kementerian/lembaga terkait, dunia pendidikan, asosiasi, maupun industri untuk bersama-sama memastikan bahwa pemenuhan SDM ini berjalan secara terstruktur, masif, dan tepat sasaran,” harap Latif.
Di akhir acara, Latif menegaskan, rekrutmen ini dilakukan secara profesional tanpa dipungut biaya. Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan waspada jika terdapat oknum-oknum yang menjanjikan bantuan dalam proses rekrutmen ini yang merupakan tindakan penipuan.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, program ini dirancang sebagai suatu sistem yang terintegrasi secara menyeluruh, yang menggabungkan kapal modern, sistem logistik dan rantai dingin yang efisien, penguatan pengawasan dan pengendalian, serta sumber daya manusia yang kompeten dan tersertifikasi. ***
Sumber: Siaran Pers Kementerian KKP

















