Pada tingkat nasional, Kementerian Kesehatan terus mendorong transformasi digital melalui integrasi platform SATUSEHAT dan Electronic Health Record (EHR), sehingga hasil laboratorium dapat diakses secara real-time dan memperkuat sistem surveilans kesehatan.
“Kita ingin hasil lab tidak lagi tercecer, melainkan menjadi data real-time yang dapat diakses di mana saja dan memperkuat surveilans nasional,” jelas Wamenkes.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dari Tier 1 hingga Tier 5 melalui program InPULS, guna memastikan pemerataan kualitas layanan hingga ke pelosok daerah.
Wamenkes mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berinovasi demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Pusat ILKI, Dr. Purwanto, menjelaskan bahwa ILKI merupakan organisasi yang mewadahi fasilitas laboratorium kesehatan, baik laboratorium klinik mandiri maupun laboratorium kesehatan masyarakat, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Ia menambahkan bahwa ILKI juga aktif mendukung pemerintah dalam penyusunan regulasi, termasuk keterlibatan dalam perumusan Peraturan Menteri Kesehatan terkait laboratorium kesehatan masyarakat.
“Kami turut membantu pemerintah dalam penyusunan regulasi, termasuk saat diminta berkontribusi dalam penyusunan Peraturan Menteri Kesehatan terkait Labkesmas,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional ILKI 2026, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, organisasi, akademisi, dan industri untuk mendorong kemajuan laboratorium kesehatan di Indonesia.***
Sumber: Rilis Kemenkes

















