TERASJABAR.ID – Ratusan Buruh di kabupaten Garut dalam memperingati hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei setiap tahunnya, pada May Day 2026 sekarang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ( KSPSI ) dan KASBI menggelar aksi di lapangan Setda pada Jum’at (01/05/2026)
Pada Aksi ini KSPSI suarakan tuntutan antara lain :
1.  Wujudkan Upah Layak
2.  Cabut Omnibuslow cipta kerja.
3.  Hapus sistem kerja kontra, outsourcing,kemitraan dan pekerja harian lepas.
4.  Hentikan PHK massal dan jaminan kepastian kerja.
5.  Hentikan kriminalisasi dan Represi
6.  Berikan hak pekerja PT. DANBI Internasional.
7.  Tindak Penguasa nakal di kabupaten Garut.
8.  Berikan jaminan sosial.
9.  Jalankan hak hak normatif pekerja.
10. Sejahterakan para tenaga pendidik.
11. Sediakan ruang komunikasi
12. Tuntaskan permasalahan PT. DANBI Internasional
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, menyampaikan semoga yang diharapkan para buruh secepatnya terealisasi, karena buruh bagian sangat penting di masyarakat.
“Karena buruh itu bagian yang sangat penting dalam masyarakat Kabupaten Garut, semakin lama sedikit banyak yang penting, sehingga tugas kita adalah memfasilitasi apa yang jadi harapan dan cita-citanya,” ujar Syakur.
Syakur menjelaskan pihaknya telah memberikan penjelasan tentang yang sudah dan yang akan dikerjakan nanti.
“Dan tadi atensi kita berkait dengan komitmen kita untuk bekerjasama supaya perusahaan itu bisa melaksanakan apa yang jadi tugasnya bisa memberikan hak normatif kepada buruh kita ,” jelas Syakur.
Syakur mengatakan jajaran Pemkab maupun Forkopimda akan berkunjung ke perusahaan-perusahaan sebagai tindak lanjutnya, agar yang diharapkan para buruh dapat terealisasi.
“Kita akan nanti berkunjung ya silaturahmi. Karena buat kami juga semua harus kita jaga ya, perusahaan juga harus untung bisa beroperasi, buruh juga mendapatkan haknya,”katanya.
Maka dari itu, lanjut Syakur, kondisi ini sangat penting bagi Pemkab Garut, karena menyangkut produktivitas dan penyerapan tenaga kerja di Garut.
Namun demikian, terkait produktivitas di Garut sudah memenuhi standar yang baik. “Berarti ada salah satu indikator bahwa buruh Garut itu memiliki daya saing yang baik,” katanya.
Terkait UMK Garut yang tergolong kecil, kata Syakur, akan dicarikan solusi terkait formulanya, karena kondisi saat ini tidak menguntungkan bagi masyarakat Garut.
“Nanti kita akan coba untuk memberikan solusi tentang formulanya, karena formula yang ada itu tidak menguntungkan bagi warga Garut yang upahnya di bawah, kita akan tetap saja tertinggal, tapi nanti kita akan coba,” ungkap Syakur.
Syakur berharap terus lakukan komunikasi yang baik antara buruh dan pemerintah, dan kondisi seperti ini memang kondisi makro.
“Nah ini juga kan tergantung juga kondisi ekonomi keseluruhan, kalau tidak hati-hati akan menjadi beban bagi semuanya, bagi perusahaannya, pemerintah, juga para buruh,” harapnya.
Ia menegaskan, hasil dari aksi ini pihak Pemkab akan berkunjung ke perusahaan-perusahaan, dan yang utama menyangkut pemenuhan hak normatif para buruh.
“Yang pasti mengenai penegakan ketaatan terhadap pemenuhan hak normatif,” tegasnya.*

















