“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Gotong royong menjadi kunci agar program ini benar-benar berdampak dan mampu menjangkau mereka yang selama ini tidak terlihat dalam sistem,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa praktik gotong royong dalam pendidikan telah lama hidup dalam tradisi madrasah dan pesantren, yang menjadi contoh nyata keterlibatan masyarakat dalam membangun pendidikan.
“Madrasah dan pesantren adalah wujud nyata gotong royong dalam pendidikan. Meskipun dengan keterbatasan, lembaga ini mampu bertahan dan melahirkan generasi yang berkualitas berkat kekuatan kebersamaan dan pengabdian masyarakat,” ujar Menag.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh.***
Sumber: Siaran Pers Kemendikdasmen
















