Mensos menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari memastikan anak-anak dari keluarga miskin tidak putus sekolah, meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, hingga mendorong bantuan pendidikan yang menyeluruh dan terintegrasi.
Upaya tersebut, menurut Mensos, sejalan dengan program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga prasejahtera dan memutus mata rantai kemiskinan.
Mensos juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang akuntabel dalam pengelolaan dana pendidikan untuk mendapatkan kepercayaan publik.
“Kepercayaan masyarakat hanya akan tumbuh jika diolah secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Dari situ akan lahir loyalitas, rasa memiliki, dan kekuatan bersama untuk menjaga masa depan NU,” katanya.
Mensos menyambut positif kolaborasi LAZISNU Jawa Tengah bersama Bank Jateng dalam menghadirkan layanan penghimpunan dana pendidikan. Upaya ini dinilai strategis untuk memperluas jangkauan bantuan beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Mensos menyebut bahwa kontribusi sekecil apa pun dapat melahirkan perubahan besar.
“Gerakan infak pendidikan mengajarkan kepada kita bahwa mengembangkan sekolah tidak selalu harus menunggu yang besar. Dari yang kecil, ikhlas, dan dikerjakan bersama-sama, lahir harapan besar. Harapan itu hari ini kita jaga bersama, melalui gerakan masyarakat seperti Ma’arif NU maupun kehadiran negara lewat Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Usai arahan Mensos, kegiatan dilanjutkan dengan peluncuran Program NU Peduli Pendidikan PWNU Jawa Tengah bersama jajaran pengurus NU Jawa Tengah, antara lain Katib Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Mohamad Muzammil, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah Fakhruddin Karmani, Ketua LAZIZNU Jawa Tengah Muh. Mahsun, serta Kepala Divisi Syariah Bank Jateng Slamet Sulistiono.















