TERASJABAR.ID – Pesta minuman keras (miras) oplosan kembali merenggut nyawa. Setidaknya delapan orang tewas dan dua kritis, usai mengonsumsi miras oplosan jenis “gembling” yang dicampur serbuk minuman energi di Kan. Subang.
Peristiwa mengenaskan tersebut berawal pada Minggu (8/2/2026) malam, saat para korban berkumpul dan menengggak miras oplosan yang dibeli di sekitar wilayah Atelir, Subang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, miras tersebut kemudian dicampur dengan serbuk minuman energi sebelum diminum bersama-sama.
Pukul 22.00 WIB, rombongan berpindah lokasi ke Cafe 88 Society untuk menghadiri acara grand opening. Tak berhenti di situ, mereka membeli tambahan minuman keras dari kawasan depan Bimbel Ganesha Operation (GO). Pesta miras berlangsung hingga pukul 2 dinihari dan bahkan dilanjutkan hingga Senin (9/2/2026) siang.
Namun menjelang malam, satu per satu korban mulai merasakan gejala keracunan berat. Korban dilarikan ke RSUD Ciereng dan RS PTPN Subang. Setelah mengonsumsi minuman tersebut, para korban mengalami gejala mual, muntah, lemas hingga tidak sadarkan diri. Mereka kemudian dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Subang untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Rabu (11/2/2026) malam selapan orang tewas dan tiga kritis. Para korban merupakan warga Subang Kota.
Enam korban meninggal dunia di RSUD Subang (Ciereng), masing-masing berinisial AR (42), TSA (37), AZ (43), YW (49), ADA, dan IB (40). Sementara dua korban lainnya, F (21) dan AHM (54), meninggal dunia di RS PTPN Subang. Selain itu, dua korban berinisial D (46) dan DCN (37) masih menjalani perawatan intensif di IGD RSUD Subang dengan kondisi kritis.
Polres Subang bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpoldam) Subang kini telah turun tangan melakukan penyelidikan terkait pesta miras oplosan tersebut.*
















