“Jumlah pemetik teh, pemetik kopi juga semakin menurun, padahal teh dan kopi memiliki nilai tinggi. Jadi sebenarnya pasar kerja itu bisa dibangun dalam ruang inovasi, termasuk vokasi yang dikembangkan menyesuaikan kearifan lokal,” tuturnya.
Menurutnya, peluang kerja terbuka lebar, baik di dalam negeri maupun luar negeri, selama pendidikan vokasi mampu menjawab kebutuhan di lapangan.
Pariwisata
Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana mengatakan, Kementerian Pariwisata dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi telah menyusun 438 skema pendidikan vokasi dari 34 bidang pariwisata.
Penyusunan skema vokasi ini menjadi fondasi strategis untuk memastikan setiap profesi di sektor pariwisata memiliki standar kompetensi yang jelas dan diakui secara nasional.
“Jawa barat salah satu provinsi yang akan menjalankan pendidikan vokasi pada bidang pariwisata,” tegasnya.
Hadir dalam acara ini sejumlah kepala daerah dan perwakilan KADIN kabupaten kota di Jawa Barat.***
Sumber: Rilis Humas Pemprov Jabar
















