TERASJABAR.ID – Anggota Komisi III DPR RI, Martin Tumbelaka, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan penambahan anggaran untuk Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Indonesia.
Menurutnya, kejahatan narkotika terus berkembang dengan berbagai modus baru sehingga membutuhkan dukungan anggaran dan teknologi yang memadai.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Ketua KPK dan Kepala BNN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam rapat itu, Komisi III menyetujui pagu indikatif Anggaran BNN Tahun 2027 sebesar Rp1.447 triliun serta berkomitmen memberikan tambahan anggaran sebesar Rp5.050 triliun. Dengan demikian, total kebutuhan anggaran BNN mencapai Rp6,497 triliun.
“Bahwa pemberantasan narkotika maupun tindak pidana korupsi merupakan hal yang sangat penting, juga bagi Bapak Presiden. Untuk itu dimasukkan dalam Astacita pemerintah,” ujar Martin.
Oleh karena itu, kebutuhan anggaran BNN harus dipenuhi agar lembaga tersebut mampu menjalankan tugas pencegahan, rehabilitasi, dan penindakan secara optimal.
Ia juga menyoroti maraknya peredaran narkotika cair yang dinilai menjadi tantangan baru bagi aparat penegak hukum.
Martin mengaku prihatin karena alat pendeteksi jenis narkoba tersebut masih terbatas.
Menurutnya, anggaran tambahan perlu diarahkan untuk pengadaan peralatan deteksi modern agar BNN lebih efektif menghadapi berbagai modus penyelundupan dan peredaran narkotika yang terus berkembang.-***

















