TERASJABAR.ID – Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, menyampaikan keprihatinannya atas kasus penipuan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menimpa sejumlah korban di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Ia mendesak pemerintah bersama aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan membongkar jaringan pelaku hingga ke aktor intelektual di baliknya.
Kasus ini terungkap setelah seorang korban mendatangi kantor Pemkab Gresik dengan mengenakan seragam PNS dan membawa Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Namun, setelah diverifikasi, dokumen tersebut terbukti palsu.
Dari situ, diketahui ada belasan korban lain yang telah menyetor uang hingga ratusan juta rupiah demi dijanjikan lolos menjadi ASN tanpa tes.
Mardani menegaskan bahwa praktik ini sangat merugikan masyarakat dan mencoreng citra pemerintahan.
Ia juga mengingatkan publik agar lebih waspada terhadap tawaran jalur instan menjadi ASN, karena seluruh proses rekrutmen resmi dilakukan melalui mekanisme seleksi yang transparan dan berbasis merit.
Ia turut menyoroti bahwa kasus ini bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan menunjukkan masih adanya celah dalam pemahaman masyarakat terkait sistem rekrutmen ASN.
Minimnya literasi administrasi publik membuat sebagian masyarakat mudah percaya pada dokumen palsu dan jalur ilegal.
Selain itu, tingginya minat terhadap profesi ASN karena dianggap menjanjikan stabilitas ekonomi juga dimanfaatkan oleh pelaku penipuan.
Oleh sebab itu, Mardani mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperluas akses lapangan kerja, seperti melalui program bursa kerja atau job fair di tingkat lokal, guna mengurangi potensi penipuan serupa di masa depan.-***


















