TERASJABAr.ID – Daging kurban menjadi salah satu bahan makanan yang paling banyak diolah saat Idul Adha.
Namun, tidak jarang daging terasa alot meskipun sudah dimasak cukup lama.
Tekstur daging yang keras tentu bisa mengurangi kenikmatan saat disantap.
Agar tidak salah dalam mengolahnya, penting untuk mengetahui beberapa penyebab daging kurban alot berikut ini.
Baca Juga: Gaji 6 Juta! Lino and Sons Bandung Buka Loker Posisi Staff Produksi
Daging Langsung Dimasak Setelah Dipotong
Daging dari hewan kurban yang telah dipotong umumnya masih dalam keadaan cukup kencang.
Jika dimasak segera, teksturnya bisa menjadi keras dan sukar.
Ini disebabkan karena otot daging belum mengalami pelayuan alami yang diperlukan.
Lebih baik, biarkan daging terlebih dahulu dalam waktu tertentu sebelum diolah.
Menyimpan daging di dalam kulkas juga dapat membantu teksturnya menjadi lebih stabil.
Namun, pastikan daging di simpan dalam wadah yang tertutup agar tetap bersih dan terhindar dari kontaminasi.
Memasak dengan Api Terlalu Besar
Banyak orang berasumsi bahwa api besar dapat mempercepat proses pelunakan daging.
Namun, memasak daging dengan api yang terlalu tinggi justru dapat membuat permukaan matang lebih cepat, sementara bagian dalam tetap keras.
Api yang besar juga bisa mengakibatkan keluarnya cairan dari daging dengan cepat, sehingga teksturnya menjadi kering dan kenyal.
Untuk mencapai hasil yang lebih lembut, masak daging dengan api kecil hingga sedang.
Baca Juga: Terbaru! Dadar Beredar Cimahi Buka Loker Crew Oulet, Ini Syaratnya
Kurang Lama dalam Proses Memasak
Salah satu penyebab daging kurban menjadi keras lainnya adalah durasi memasak yang terlalu singkat.
Beberapa bagian daging, terutama yang memiliki banyak serat atau jaringan ikat, memerlukan waktu lebih lama agar bisa menjadi lembut.***

















