terasjabar.id
Rabu, 17 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Rabu, 17 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

Pilkada oleh DPRD Lebih Efektif dan Efisien

Kristianto by Kristianto
12 Jan 2026 16:19
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pilkada oleh DPRD Lebih Efektif dan Efisien

Oleh : Teten Sudirman (Pemerhati Masalah Sosial & Politik)

TERASJABAR.ID – Jika kita sejenak menengok ke belakang, tujuan utama gerakan reformasi pada 1998 lalu adalah untuk memberantas penyakit moral para pejabat negara, yakni korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), baik yang ada di lembaga eksekutif, legislatif maupun yufikatif.

Sehingga semua komponen bangsa mulai dari pelajar dan mahasiswa, ormas pemuda lainnya hingga khalayak, kompak bersatu-padu untuk menduduki gedung MPR/DPR RI sebagai simbol tempat berkumpulnya wakil rakyat yang suka main mata dengan pihak eksekutif guna melanggengkan kekuasaan.

Sesungguhnya, secara politis posisi eksistensi Golongan Karya (Golkar) yang merupakan organisasi politik (Orpol, karena tidak mau disebut Parpol) pendukung utama pemerintahan rezim Orde Baru atau Orba, saat itu sangat mendominasi jumlah kursi di DPR RI.

Hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 1997 yang merupakan pemilu ke-6 di era Orde Baru, Golkar meraih kursi DPR sebanyak 73 persen. Seandainya tidak ada kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa, siapa sangka dalam kondisi demikian rezim Orba akan bisa runtuh.

Namun kenyataannya sungguh di luar dugaan, justru melalui gerakan massal itulah rezim yang sempat berkuasa hampir 32 tahun itu bisa runtuh.

Tapi setelah rezim berganti dari Orba ke orde Reformasi, apakah tujuan semula itu (memberantas KKN) bisa berhasil? Untuk jawabannya sudah kita ketahui bersama, KKN yang menjadi target gerakan reformasi sebelumnya, ternyata bukannya hilang atau berkurang, namun berjalan lebih gila lagi.

Bukan hanya dari segi kuantitas yang dikorupsinya, melainkan area wilayah korupsinya pun meluas di berbagai sektor kegiatan. Sehingga kerugian negara bisa lebih besar lagi, bahkan kerusakan lingkungan pun tak terhindarkan. Yang akhirnya terjadilah berbagai bencana hampir di semua wilayah.

Kemudian bila kita simak kembali terkait sistem demokrasi politik yang berlaku selama ini, justru memerlukan evaluasi menyeluruh secara saksama. Sistem demokrasi liberal dengan multi partai dan pemilihan secara langsung, yang sejak abad ke-19 telah ditinggalkan di Eropa, justru di negara kita diterapkan, dengan alasan dinilai lebih demokratis dan sesuai dengan hak asasi manusia (HAM).

Setelah dijalankan selama lebih dari dua dekade, penerapan sistem demokrasi multi partai dan pemilu secara langsung itu, baik dalam pilpres, pileg dan pilkada, justru menimbulkan persolan baru yang sangat serius.

Realita yang ada dengan diberlakukannya sistem demokrasi tersebut, adalah timbulnya biaya politik yang sangat tinggi. Baik presiden, legislator maupun kepala daerah, untuk meraih kursi/kedudukan jabatannya membutuhkan modal biaya yang tidak sedikit.

Untuk keperluan sosialisasi, alat peraga dan tim pemenangan atau tim sukses sungguh membutuhkan dana yang sangat besar. Dan dampak selanjutnya, apabila dia berhasil menduduki posisi yang diimpikannya, tentu saja yang bersangkutan akan berusaha untuk mengembalikan modal politiknya itu, bagaimana pun caranya yang penting bisa berhasil.

RELATED POSTS

Pajak Opsen Bukan Usulan DPRD, Erick Darmadjaya Minta Manfaatnya Dirasakan Warga

Kisruh Lapangan Padel Tasikmalaya, DPRD dan Pemkot Datangi BPN Bahas Eks Selokan

Akurasi Data Sosial Bandung Makin Membaik, DPRD Dorong Terus Disempurnakan

Waspada Cuaca Ekstrem, DPRD Desak Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pohon dan Reklame

Pilkada Tidak Langsung: Salah Sasaran Membenahi Biaya Politik

Oleh karenanya tidak heran jika selama ini tidak sedikit para kepala daerah atau wakilnya yang terjerat kasus hukum atau terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK.

Atas kondisi yang sangat mengkhawatirkan ini, muncullah wacana dari berbagai pihak untuk mengembalikan lagi pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh DPRD. Hal ini mula-mula diusulkan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Kemudian direspon oleh Presiden Prabowo yang menyatakan, demokrasi perlu didesain agar tidak menimbulkan ongkos politik yang berlebihan. Sehingga biaya kampanye dan penggalangan itu menimbulkan masalah korupsi.

Selanjutnya, hal tersebut direspon lagi oleh Sekjen PDIP, Hasto Kristianto yang menyatakan partainya akan mengkaji usulan agar pilkada oleh DPRD lagi dengan mempertimbangkan aspirasi publik dan dasar konstitusional. Konstitusi mengamanatkan agar kepala daerah dipilih secara demokratis melalui pemilu yang jujur dan adil.

Dan menurut hemat penulis, pilkada oleh DPRD itu sesuai dengan Pancasila, pada sila ke-4, yang menyatakan “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Karena meski pilkada secara langsung dinilai sangat demokratis, namun apabila kualitas konstituennya masih rendah dan masih bisa diatur orang lain atau masih mengandalkan pengaruh tokoh tertentu di masyarakat, tentunya mereka hanya ikut-ikutan ke orang lain saja.

Jadi belum mampu menilai siapa yang layak untuk dijadikan wakilnya di lembaga legislatif (sebagai anggota DPR/DPD/DPRD) atau dijadikan pemimpin di lembaga eksekutif (sebagai presiden, gubernur atau bupati/walikota).

Dengan sistem pilkada oleh DPRD, ruang lingkup untuk pengawasannya pun akan lebih sederhana, sehingga dalam pelaksanaannya akan lebih mudah dan efisien, tidak seluas dalam sistem pemilihan langsung yang melibatkan masyarakat banyak.

ADVERTISEMENT

Selain itu hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilu adalah perlunya penyederhanaan jumlah partai politik (parpol) peserta pemilu. Jangan sampai terlalu banyak jumlahnya.

Semoga perubahan sistem pilkada dari pemilihan langsung menjadi dipilih oleh DPRD ini, dengan didahului oleh perubahan regulasinya bisa segera terlaksana, agar hal-hal negatif dari pilkada langsung dapat dihindari. Serta mampu menghasilkan pimpinan daerah yang berkualitas, yang berpihak kepada kepentingan rakyat.*

Tags: DPRDEfektif dan EfisienPilkada
ShareTweetSend

Related Posts

Pajak Opsen Bukan Usulan DPRD, Erick Darmadjaya Minta Manfaatnya Dirasakan Warga
Berita Utama

Pajak Opsen Bukan Usulan DPRD, Erick Darmadjaya Minta Manfaatnya Dirasakan Warga

13 Jun 2026 13:09
Kisruh Lapangan Padel Tasikmalaya, DPRD dan Pemkot Datangi BPN Bahas Eks Selokan
Daerah

Kisruh Lapangan Padel Tasikmalaya, DPRD dan Pemkot Datangi BPN Bahas Eks Selokan

22 Apr 2026 21:07
Pansus 12 DPRD Kota Bandung Matangkan Raperda Kesejahteraan Sosial
Berita Utama

Akurasi Data Sosial Bandung Makin Membaik, DPRD Dorong Terus Disempurnakan

20 Apr 2026 14:58
Waspada Cuaca Ekstrem, DPRD Desak Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pohon dan Reklame
Berita Utama

Waspada Cuaca Ekstrem, DPRD Desak Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Pohon dan Reklame

4 Apr 2026 08:49
Pilkada Tidak Langsung: Salah Sasaran Membenahi Biaya Politik
Berita Utama

Pilkada Tidak Langsung: Salah Sasaran Membenahi Biaya Politik

11 Jan 2026 20:52
MENOLAK DEMOKRASI PROSEDURAL
Berita Utama

MENOLAK DEMOKRASI PROSEDURAL

8 Jan 2026 07:31
Next Post
NasDem dan Ikhtiar Menghadirkan Politik yang Berakal dan Bernurani

NasDem dan Ikhtiar Menghadirkan Politik yang Berakal dan Bernurani

Kylian Mbappé Ungkap Sisi Kelam di Balik Gemerlap Sepak Bola

Kekalahan Beruntun Real Madrid dari Barcelona, Mbappe Jadi Sorotan

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

11 Jun 2026 16:39
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Untuk Lulusan SMA SMK! Gramedia Bandung Buka Loker Teranyar

Untuk Lulusan SMA SMK! Gramedia Bandung Buka Loker Teranyar

11 Jun 2026 17:23
Buat Lulusan SMA SMK! PT Knitto Tekstil Bandung Buka Loker Operator Gudang

Buat Lulusan SMA SMK! PT Knitto Tekstil Bandung Buka Loker Operator Gudang

7 Jun 2026 16:24
Kylian Mbappé Ungkap Sisi Kelam di Balik Gemerlap Sepak Bola

Prancis Kalahkan Senegal 3-1, Mbappe Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Masa Les Bleus

0
Pengakuan Hak Penyandang Disabilitas

Produktivitas Pensiunan: Berawal dari Warung Kopi

0
Mobil Damkar Tiba di Lokasi Kebakaran Tempuh Perjalanan 45 Menit Rumah Rasid Hangus Jadi Abu

Mobil Damkar Tiba di Lokasi Kebakaran Tempuh Perjalanan 45 Menit Rumah Rasid Hangus Jadi Abu

0
UMKM dan Warga Berpenghasilan Rendah Harus Jadi Prioritas di Tengah Tekanan Ekonomi

UMKM dan Warga Berpenghasilan Rendah Harus Jadi Prioritas di Tengah Tekanan Ekonomi

0
Kylian Mbappé Ungkap Sisi Kelam di Balik Gemerlap Sepak Bola

Prancis Kalahkan Senegal 3-1, Mbappe Resmi Jadi Top Skor Sepanjang Masa Les Bleus

17 Jun 2026 09:52
Pengakuan Hak Penyandang Disabilitas

Produktivitas Pensiunan: Berawal dari Warung Kopi

17 Jun 2026 08:06
Mobil Damkar Tiba di Lokasi Kebakaran Tempuh Perjalanan 45 Menit Rumah Rasid Hangus Jadi Abu

Mobil Damkar Tiba di Lokasi Kebakaran Tempuh Perjalanan 45 Menit Rumah Rasid Hangus Jadi Abu

17 Jun 2026 07:36
UMKM dan Warga Berpenghasilan Rendah Harus Jadi Prioritas di Tengah Tekanan Ekonomi

UMKM dan Warga Berpenghasilan Rendah Harus Jadi Prioritas di Tengah Tekanan Ekonomi

17 Jun 2026 07:28

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.