terasjabar.id
Jumat, 19 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Jumat, 19 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2025, CERMIN PERBAIKAN SISTEM BERNEGARA

Herman by Herman
27 Des 2025 06:37
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2025, CERMIN PERBAIKAN SISTEM BERNEGARA

Secara garis besar bisa di kupas intisarinya :

Sistem Parlementer sudah di berlakukan di Indonesia, oleh the founding father dari sejak 1945 hingga 1959, yaitu selama 14 tahun masa Orde Lama. Bisa di bayangkan betapa kuatnya sistem ini, untuk menahan gejolak negara yang masih sangat rentan untuk bubar dalam seumur jagung, selain situasi agresi Belanda dan sekutunya yang berkehendak menguasai kembali Indonesia, di tambah pemberontakan-pemberontakan dalam negeri yang sama sekali tidak bisa di anggap ringan, disinilah peran pemerintahan yang di pimpin perdana menteri yang mampu menahan beban berat negara dari kehancuran. Eksistensi Presiden sebagai kepala negara dan simbol negara dengan di kawal Perdana Menteri, terbukti kokoh tegak berdiri, dan bisa menjadi sumber kekuatan persatuan dan perjuangan mempertahankan negara dari kehancuran. Dengan bukti tersebut, sesungguhnya jatuh bangun pemerintahan yang di pimpin Perdana Menteri di sa’at itu, sangatlah wajar jika dibandingkan dengan hasil dan prestasi mempertahankan eksistensi negara dari gempuran gelombang badai penghancur negara, baik dari luar ataupun dalam negeri sendiri.

Premis Dekrit Presiden tahun 1959, yang memulai sistem presidentil, dari titik itulah dimulainya Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan yang di persatukan dalam kepemimpinan seorang presiden, dan dari sejak itulah kepala negara menjadi tidak terhormat lagi, dan dimulainya serangan-serangan politis langsung dan frontal kepada presiden selaku kepala pemerintahan. Terbukti Soekarno, sang proklamator jatuh di tahun 1967, apapun dalihnya hanya bertahan 8 tahun, dari sejak dekrit presiden.

ADVERTISEMENT

Sistem Presidentil terus di pertahankan di era orde baru, era reformasi hingga sa’at ini. Namun nurani bangsa tidak bisa di bohongi, bahwa sistem ini membawa pada ketidakjelasan antara Incumbent dan Oposisi, yang membuat semua kekuatan politis berorientasi pragmatisme politis, dengan minimnya adu gagasan yang merupakan parameter produktifitas demokrasi. Dengan berpacunya pragmatisme politis inilah sehingga terjadi biasnya pembatas antara incumbent dan oposisi. Yang terjadi sekarang ini, adalah incumbent rasa oposisi, dan oposisi rasa incumbent, akibatnya setiap ide gagasan demokrasi yang produktif dan utuh menjadi redup, tertutup oleh bayang-bayang sistem munafiq, mencla-mencle, tidak ksatria, bahkan bangga dengan dosa-dosa politik menggunting dalam lipatan. Itulah yang terjadi sinetron politik yang memuakkan di tanah air Indonesia tercinta.

RELATED POSTS

Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat untuk Hadapi Tantangan Ekonomi Global

DPR dan Pemerintah Siapkan Rp100 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana Sumatra

Tarik Perhatian Pemerintah, Desa Putridalem Gelar Ngarit Award 2026

DPR Minta Pemerintah Beri Afirmasi bagi Guru Honorer dalam Seleksi PPPK

DPR Minta Pemerintah Jamin Kelancaran Distribusi Pupuk Subsidi di Sumatra

Momentum usulan Presiden Prabowo untuk pilkada kembali di pilih oleh DPRD, adalah satu keniscayaan, jika kembali kepada sistem parlementer, otomatis Gubernur, Bupati dan Walikota di pilih oleh DPRD, sederajat dengan Perdana Menteri yang dipilih oleh DPR RI dan DPD RI, jadi sejatinya usulan Presiden Prabowo ini, yang terbaik adalah menggelindingnya REFORMASI JILID 2, yang mengembalikan sistem bernegara yang lebih baik, dari Presidentil kepada Parlementer kembali.

Sistem parlementer inilah yang akan menjadikan sistem bernegara lebih sehat, dimana pemilihan langsung eksekutif oleh Rakyat, hanya pilpres. Dan presiden kembali menjadi kepala negara dan simbol negara yang utuh, yang tidak boleh sama sekali di kuyo-kuyo, dan punya kewenangan melantik Perdana Menteri, dan punya hak Veto, manakala Perdana Menteri telah nyata-nyata menyimpang dalam menjalankan pemerintahannya. Dengan adanya kepala negara dan simbol negara yang jelas ini, tentu saja sesuai dengan DNA kerajaan-kerajaan, yang merupakan budaya asli Indonesia, salurannya jelas. Bahwa Indonesia punya Raja lima tahunan yang bernama Presiden.

Page 2 of 3
Prev123Next
Tags: PemerintahRefleksi akhir tahun
ShareTweetSend

Related Posts

Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat untuk Hadapi Tantangan Ekonomi Global
Ekonomi

Sinergi Pemerintah dan BI Diperkuat untuk Hadapi Tantangan Ekonomi Global

6 Jun 2026 12:14
DPR dan Pemerintah Siapkan Rp100 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana Sumatra
News

DPR dan Pemerintah Siapkan Rp100 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana Sumatra

25 Mei 2026 20:45
Tarik Perhatian Pemerintah, Desa Putridalem Gelar Ngarit Award 2026
Daerah

Tarik Perhatian Pemerintah, Desa Putridalem Gelar Ngarit Award 2026

23 Mei 2026 17:50
DPR Minta Pemerintah Beri Afirmasi bagi Guru Honorer dalam Seleksi PPPK
News

DPR Minta Pemerintah Beri Afirmasi bagi Guru Honorer dalam Seleksi PPPK

15 Mei 2026 17:12
DPR Minta Pemerintah Jamin Kelancaran Distribusi Pupuk Subsidi di Sumatra
News

DPR Minta Pemerintah Jamin Kelancaran Distribusi Pupuk Subsidi di Sumatra

12 Mei 2026 12:46
Gebyar May Day 2026 di Kota Bandung Tampilkan Sinergi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah
News

Gebyar May Day 2026 di Kota Bandung Tampilkan Sinergi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah

3 Mei 2026 19:29
Next Post
Libur Nataru di Lereng Ciremai Jadi Pilihan Wisatawan Domestik

Libur Nataru di Lereng Ciremai Jadi Pilihan Wisatawan Domestik

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Jumat 12 September 2025: Ada Galeri 24, Antam dan UBS

Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Sabtu 27 Desember 2025: Galeri 24 dan UBS Kompak Naik

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

15 Jun 2026 16:51
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

11 Jun 2026 16:39
Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

17 Jun 2026 16:30
93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos: Pemda Jadi Kunci Transisi dan Operasional

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos: Pemda Jadi Kunci Transisi dan Operasional

0
Komitmen Kolaborasi Pusat dan Daerah Hadirkan Pendidikan yang Berkeadilan bagi Murid

Komitmen Kolaborasi Pusat dan Daerah Hadirkan Pendidikan yang Berkeadilan bagi Murid

0
44 Bukti Kecurangan Muprov di Bogor Jadi Awal Carut Marutnya Kadin Jabar

44 Bukti Kecurangan Muprov di Bogor Jadi Awal Carut Marutnya Kadin Jabar

0
Kemendikdasmen dan UNESCO Ajak Generasi Muda Jadi Solusi Dalam Pelestarian Lingkungan

Kemendikdasmen dan UNESCO Ajak Generasi Muda Jadi Solusi Dalam Pelestarian Lingkungan

0
Jangan Asal Makan, Ini Makanan Penyebab Usus Buntu yang Masih Sering Disepelekan

Jangan Asal Makan, Ini Makanan Penyebab Usus Buntu yang Masih Sering Disepelekan

18 Jun 2026 22:00
93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos: Pemda Jadi Kunci Transisi dan Operasional

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos: Pemda Jadi Kunci Transisi dan Operasional

18 Jun 2026 21:53
Komitmen Kolaborasi Pusat dan Daerah Hadirkan Pendidikan yang Berkeadilan bagi Murid

Komitmen Kolaborasi Pusat dan Daerah Hadirkan Pendidikan yang Berkeadilan bagi Murid

18 Jun 2026 21:29
44 Bukti Kecurangan Muprov di Bogor Jadi Awal Carut Marutnya Kadin Jabar

44 Bukti Kecurangan Muprov di Bogor Jadi Awal Carut Marutnya Kadin Jabar

18 Jun 2026 21:16

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.