Untuk tahap awal, Kabupaten Bekasi mendapatkan kuota 270 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel), masing-masing tiga rombel untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.
“Total kuotanya 270 siswa. SD 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa,” tambahnya.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar masih terus diverifikasi. Data sementara menunjukkan terdapat 10 calon siswa SD, 31 siswa SMP, dan 80 siswa SMA yang telah mendaftar.
Menurut Plt. Bupati Bekasi, Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang beruntung karena memperoleh program prioritas nasional tersebut.
“Alhamdulillah Kabupaten Bekasi mendapat Sekolah Rakyat dan juga proyek PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik). Ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Bekasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, Alamsyah, mengatakan, Pemkab Bekasi telah memulai berbagai persiapan sejak April 2025, mulai dari penyediaan lahan hingga proses perizinan.
“Mulai dari tata ruang, lingkungan, amdalalin, drainase dan lainnya sudah dipersiapkan. Tugas berikutnya adalah menyiapkan calon siswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses pendataan calon siswa dilakukan berdasarkan data dari Kementerian Sosial yang kemudian diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

















