Tingginya capaian tahun lalu membuat kontribusi pada Q1 2026 terlihat lebih rendah. Padahal, peran sektor pertanian tetap stabil, nyaris tidak berubah, dari 12,66 persen menjadi 12,67 persen.
Amalia menyimpulkan bahwa pertumbuhan dan besarnya distribusi lima sektor lapangan usaha utama disebabkan oleh meningkatnya permintaan domestik di awal tahun.
“Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik yang sedang menguat,” pungkasnya.
Data BPS ini disambut oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai konfirmasi atas arah kebijakan yang selama ini dijalankan.
Mentan menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sektor pertanian semakin kuat dan berperan sebagai fondasi utama ekonomi nasional.
“Pertanian hari ini bukan hanya penyangga, tetapi menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Ketika sektor lain mengalami tekanan, pertanian justru hadir sebagai solusi dan penopang utama,” ujarnya.
Mentan juga mengaitkan stabilitas sektor pertanian dengan rangkaian kebijakan struktural yang telah berjalan.
“Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat tajam, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita semakin kuat dan semakin mandiri,” katanya.
















