TERASJABAR.ID – Efusi pleura merupakan kondisi medis yang terjadi akibat menumpuknya cairan berlebih di rongga pleura, yaitu ruang sempit yang berada di antara paru-paru dan dinding dada.
Dalam keadaan normal, rongga tersebut hanya berisi sedikit cairan yang berfungsi membantu pergerakan paru-paru saat bernapas.
Namun jika jumlah cairan meningkat secara berlebihan, kondisi ini dapat mengganggu fungsi pernapasan dan menimbulkan berbagai keluhan.
Para ahli menjelaskan bahwa efusi pleura sering kali bukan merupakan penyakit utama, melainkan tanda adanya gangguan kesehatan lainnya.
Beberapa penyebab yang paling umum meliputi infeksi paru seperti pneumonia dan tuberkulosis, gagal jantung, penyakit ginjal atau hati, kanker paru, cedera dada, penyakit autoimun hingga emboli paru.
Gejala yang muncul bisa berbeda-beda pada setiap pasien, tergantung banyaknya cairan yang menumpuk.
Keluhan yang sering ditemukan antara lain sesak napas, nyeri dada saat menarik napas, batuk, dada terasa berat, mudah lelah, dan demam apabila disebabkan oleh infeksi.
Pada sebagian besar kasus, efusi pleura bahkan tidak menimbulkan gejala dan baru terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan.
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik yang dilengkapi dengan foto rontgen dada, USG paru, CT scan, atau analisis cairan pleura.
Penanganan dilakukan sesuai penyebabnya, mulai dari pemberian obat hingga tindakan pengeluaran cairan.
Deteksi dan pengobatan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serta menjaga kesehatan paru-paru pasien.-***














