Timnas Indonesia memulai laga dengan formasi 4-3-3 di bawah arahan Kluivert, namun cepat kehilangan kendali.
Australia unggul cepat melalui penalti Martin Boyle (menit 18), disusul gol Nishan Velupillay (menit 20) dan Jackson Irvine (menit 34), menutup babak pertama dengan skor 3-0.
- Beragam Manfaat Minyak Jarak untuk Kesehatan dan Kecantikan
- Update Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Selasa 3 Februari 2026: Ada Galeri 24 dan UBS, Berikut Daftarnya
- Albacete vs Barcelona: Laga Bersejarah di Perempat Final Copa del Rey
- Arsenal vs Chelsea: Duel Penentuan Tiket Final Carabao Cup
- Kamar Mandi Tergerus Air Sungai Saat Buang Air Kecil, Warga Kutawaringin Hilang Terbawa Arus
Babak kedua tak banyak berubah; Lewis Miller (menit 61) dan Irvine lagi (menit 89) memperlebar keunggulan, sementara gol hiburan Indonesia dicetak Ole Romeny pada menit 77. Pertahanan Indonesia yang rapuh dan serangan yang tak efektif menjadi sorotan utama.
Shin Tae-yong, yang dikenal dengan pendekatan taktik bertahan disiplin dan serangan balik cepat, mungkin menyaksikan kelemahan yang sama sekali berbeda dari filosofinya. Formasi menyerang Kluivert gagal dijalankan, dan lini belakang tampak kewalahan menghadapi intensitas Australia.
















