Timnas Indonesia memulai laga dengan formasi 4-3-3 di bawah arahan Kluivert, namun cepat kehilangan kendali.
Australia unggul cepat melalui penalti Martin Boyle (menit 18), disusul gol Nishan Velupillay (menit 20) dan Jackson Irvine (menit 34), menutup babak pertama dengan skor 3-0.
- Hasil Sidang Isbat: Idul Fitri 1447 Hijriah Ditetapkan 21 Maret 2026
- Ini Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Pasang Ring Jantung
- Barcelona Tantang Rayo Vallecano, Laga Penting Perebutan Puncak La Liga
- MERAYAKAN KEMBALINYA ARKETIPE KEFITRAAN
- Ditangkap Karena Pengrusakan Mobil Angkutan Umum, Ketahuan Bawa Obat-obatan Terlarang
Babak kedua tak banyak berubah; Lewis Miller (menit 61) dan Irvine lagi (menit 89) memperlebar keunggulan, sementara gol hiburan Indonesia dicetak Ole Romeny pada menit 77. Pertahanan Indonesia yang rapuh dan serangan yang tak efektif menjadi sorotan utama.
Shin Tae-yong, yang dikenal dengan pendekatan taktik bertahan disiplin dan serangan balik cepat, mungkin menyaksikan kelemahan yang sama sekali berbeda dari filosofinya. Formasi menyerang Kluivert gagal dijalankan, dan lini belakang tampak kewalahan menghadapi intensitas Australia.
















