Timnas Indonesia memulai laga dengan formasi 4-3-3 di bawah arahan Kluivert, namun cepat kehilangan kendali.
Australia unggul cepat melalui penalti Martin Boyle (menit 18), disusul gol Nishan Velupillay (menit 20) dan Jackson Irvine (menit 34), menutup babak pertama dengan skor 3-0.
- Kitab Budaya Napak Tilas Padjajaran Kirab Mahkota Binokasih 2026,Upaya Pelestarian Budaya Sunda.
- iga Bank Milik Pemkab Tasikmalaya Akan Merger, OJK, Untuk Perkuat Permodalan dan Efisiensi
- Parmo Penyabit Rumput Hilang Misterius Menjelang Magrib
- Waspada Kejahatan Jalanan, Pemkot Bandung Perkuat Kolaborasi Keamanan
- Kurang dari 24 Jam, Dua Begal Kurir Paket Ditangkap Polisi Polsek Astana Anyar di Pasirkoja
Babak kedua tak banyak berubah; Lewis Miller (menit 61) dan Irvine lagi (menit 89) memperlebar keunggulan, sementara gol hiburan Indonesia dicetak Ole Romeny pada menit 77. Pertahanan Indonesia yang rapuh dan serangan yang tak efektif menjadi sorotan utama.
Shin Tae-yong, yang dikenal dengan pendekatan taktik bertahan disiplin dan serangan balik cepat, mungkin menyaksikan kelemahan yang sama sekali berbeda dari filosofinya. Formasi menyerang Kluivert gagal dijalankan, dan lini belakang tampak kewalahan menghadapi intensitas Australia.
















