Bagi Pager Kancana, tradisi adalah napas. Tugasnya sekarang adalah, memastikan napas itu tetap kuat di tengah gempuran zaman.
Tujuh tahun yang lalu, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO/Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan) Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi mengakui Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural Heritage) pada tanggal 12 Desember 2019.
Pengakuan ini diberikan dalam sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Bogota.
Berikut sejumlah prestasi yang diraih Perguruan Silat Pager Kencana :
- Kusna Jaya, peraih medali emas Kejuaraan Dunia Pencak Silat 1997 di Kuala Lumpur.
- Rd. Bardjah (Guru Besar I), peraih
medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) I tahun 1948 di Solo dan PON II tahun 1951 di Medan. - Odid Soepardi Bardjah (Guru Besar II), peraih medali emas PON V tahun 1961 di Bandung.
- Kategori Tim Beregu : Pager Kencana tampil sebagai juara nasional 1974 di Jakarta, Juara PON 1977/1978 di Jakarta dan Juara I pada PON XIII tahun 1993 di Jakarta
- Kategori Ganda Putri : Jabar keluar sebagai Juara II (medali perak) Kejuaraan PON XV tahun 2000 di Surabaya.















