TERASJABAR.ID – Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS, melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi yang kerap terdampak banjir di Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah, Jumat (12/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan di kawasan Bandung Selatan.
Dalam kegiatan itu, Kang DS didampingi sejumlah pejabat daerah, perwakilan Dinas Sumber Daya Air Jawa Barat, unsur kecamatan, tim pentahelix, serta tokoh masyarakat setempat.
Dari hasil peninjauan, Pemkab Bandung menyiapkan beberapa langkah strategi, mulai dari normalisasi sungai, pembangunan drainase baru, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Sungai Cipalasari di sepanjang Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha.
“Alhamdulillah pentahelix Dayeuhkolot juga sudah melakukan pengerukan Sungai Cipalasari sepanjang 2,5 kilometer. Sungainya terus dikeruk supaya lebih dalam. Sekarang kedalamannya bertambah 1,5 meter,” ujar KDS di sela peninjauan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi konservasi yang selama ini sering terjadi di jalur tersebut.
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pembangunan saluran drainase baru yang terhubung langsung ke Sungai Citarum.
Saluran dengan lebar sekitar dua meter tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas aliran udara sehingga dapat mempercepat pengumpulan akumulasi saat hujan deras.
Lokasi lain yang menjadi fokus penanganan adalah kawasan Sungai Cigede.
Pemkab Bandung telah berkoordinasi dengan pemilik lahan di sekitar sungai dan mendapatkan dukungan untuk rencana pelebaran jalur sungai guna memperlancar aliran air.
Kang DS mengemukakan bahwa penanganan banjir dilakukan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci untuk menyelesaikan permasalahan banjir secara berkelanjutan.
Selain program pengendalian banjir, Pemkab Bandung juga berencana melakukan pemugaran Jembatan Dayeuhkolot tahun ini.
Di wilayah lain seperti Bojongsoang dan Rancaekek, pemerintah daerah turut menyiapkan lahan untuk pembangunan kolam retensi serta mendukung program Pelebaran sungai.
Berbagai langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak banjir di Bandung Selatan secara bertahap.-***
















