TERASJABAR.ID – Terjangan banjir di sejumlah titik di Kabupaten Bandung meski hingga saat ini air sudah mulai surut, genangan air masih terlihat, termasuk endapan lumpur sisa banjir dan sampah.
Sejumlah daerah yang diterjang banjir di antaranya Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang, Majalaya, Rancaekek dan Kertasari.
Bahkan di Kecamatan Banjaran, akibat luapan sungai, Ginansya Lintang (18) siswa SMAN 1 Banjaran dan Agus (44), satpam SMAN 1 Banjaran tewas terseret air sungai yang meluap.
Ginansya terjatuh saat tembok roboh diterjang banjir dan hanyut terbawa arus sungai. Lima warga berusaha menolong Ginasnsya, termasuk Agus. Empat orang selamat, namun Ginansya dan Agus tewas.
Sementara hujan dengan intensitas tinggi pun mengguyur kawasan Cirawa, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.
Air meluap hingga ke jalan dan masuk ke sejumlah pemukiman warga, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Bahkan luapan banjir bercampur lumpur seperti dalam video yang viral 2 hari lalu ini, menyeret satu unit sepeda motor. Namun kejadian ini tak meminta korban jiwa.
Warga menyebut, kondisi ini kerap terjadi setiap kali hujan deras turun. Selain volume air yang cukup besar, aliran yang datang juga membawa material lumpur dari wilayah atas, sehingga memperparah dampak yang dirasakan.
“Situasi ini diduga berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan di wilayah hulu, termasuk alih fungsi lahan yang berpotensi memengaruhi daya serap tanah serta aliran air,”ujar Solihin (45) warga Kertasari, Sabtu (17/4/2026).
Di sisi lain, sungai yang mengalami pendangkalan juga diduga tidak mampu menampung debit air saat curah hujan tinggi.
Warga pun berharap adanya perhatian serius dari berbagai pihak untuk melakukan penanganan secara menyeluruh, baik dari sisi lingkunganu maupun infrastruktur, agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.
Sementara itu, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek yang 4 hari nyaris “tengggelam” terendam banjir akibat meluapnya Sungai Citarik dan Cikeruh kini sudah surut.
“Alhamdulillah banjir yang menerjang Desa Sukamanah hari ini sudah surut. Kini hanya endapan lumpur sisa-sisa banjir dan sampah. Termasuk menyisakan bau bekas banjir,” ujar Kades Sukamanah, Dede Rahim.











