TERASJABAR.ID – Selama tiga hari sejak 12 hingga 14 Juni 2026, Kota Tasikmalaya menyaksikan kemeriahan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis MTQH XVI di gelar fi Halaman Mesjid Agung Tasikmalaya Jalan Yudanegara Kota Tasikmalaya.
Wakil Wali Kota Rd Diky Candranegara dalam sambutan penutupan di halaman Masjid Agung pada Minggu malam 14 Juni 2026 menegaskan bahwa Al Qur’an dan Hadis telah menjadi perekat persaudaraan, sumber inspirasi, sekaligus ruang pembinaan generasi muda Kota Tasikmalaya.
Berbagai cabang diperlombakan mulai dari tilawah, tahfidz, tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al Qur’an dan Hadis, hingga hafalan hadis.
Luasnya cabang ini menunjukkan potensi generasi Qur’ani yang dimiliki Kota Tasikmalaya. MTQH bukan sekadar ajang mencari juara, melainkan proses panjang menyiapkan generasi yang mencintai Al Qur’an, memahami kandungannya, mengamalkan ajarannya, dan menjadikannya pedoman hidup.
Wakil Walikota mengucapkan selamat kepada Kafilah Kecamatan Tawang yang meraih Juara Umum MTQH XVI Tahun 2026. Namun ia menegaskan bahwa malam ini tidak hanya melahirkan satu juara umum.
Bagi kami, seluruh peserta yang telah mengikuti MTQH ini adalah para pemenang. Pemenang karena telah meluangkan waktu belajar Al Qur’an, berjuang menghafal ayat Allah, dan berani tampil membawa syiar Islam.
Mungkin tidak semua memperoleh piala atau medali, tetapi setiap langkah mempelajari Al Qur’an dan Hadis adalah kemuliaan yang nilainya jauh lebih besar daripada penghargaan.
Ia berpesan agar para peserta tidak berhenti setelah MTQH selesai. Teruslah belajar, menghafal, mengkaji, dan mengamalkan nilai Al Qur’an dan Hadis. Jadilah duta duta Al Qur’an di lingkungan masing.
“Ketika kembali ke rumah, jadilah penggerak di keluarga. Ketika kembali ke masjid dan mushala, jadilah teladan bagi generasi muda. Ketika kembali ke sekolah, kampus, pesantren, jadilah pribadi yang mencerminkan akhlak Al Qur’an dan nilai luhur Rasulullah SAW.
Kata dia, yang kita bangun bukan hanya qari, qariah, hafiz, hafizah, atau mufassir. Yang kita bangun adalah masyarakat Qur’ani yang menjadikan Al Qur’an dan Hadis sebagai fondasi kehidupan. Sebagai Kota Santri, Tasikmalaya memiliki tanggung jawab besar menjaga tradisi keilmuan Islam, memperkuat syiar Al Qur’an, dan melahirkan generasi berakhlakul karimah.
Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Industri, Jasa, dan Perdagangan yang Religius, Inovatif, Maju, dan Berkelanjutan melalui program prioritas Tasik Religius.
Wakil Walikota mengajak LPTQ, pembina, pelatih, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan menjadikan MTQH sebagai titik awal pembinaan yang lebih kuat dan terarah. Ia menitipkan harapan kepada Ketua Umum LPTQ agar hasil MTQH segera ditindaklanjuti dengan program pembinaan terstruktur dan berkesinambungan sebagai persiapan MTQH tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Karena Pembinaan harus lebih intensif, terukur, dan fokus sesuai cabang. Diperlukan kolaborasi kuat antara LPTQ, Kementerian Agama, pesantren, pelatih, dan seluruh pihak yang peduli pada Al Qur’an dan Hadis.
Alhamdulillah, pada MTQ Provinsi sebelumnya Tasikmalaya meraih posisi delapan. Dengan potensi sebagai Kota Santri, banyaknya pesantren, ulama, guru Al Qur’an, dan generasi muda berbakat, ia yakin Tasikmalaya mampu menembus lima besar Jawa Barat. Bukan semata mengejar peringkat, tetapi sebagai ikhtiar menunjukkan tradisi pembinaan Al Qur’an terus tumbuh dan menghasilkan generasi terbaik yang membanggakan daerah.
Ketua LPTQ Kota Tasikmalaya H Hanafi SH MH juga bersyukur MTQH XVI berjalan lancar, tertib, dan penuh semangat ukhuwah. Kegiatan diikuti 426 peserta dari 10 kecamatan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, Forkopimda, Kemenag, Pemkot, camat, LPTQ kecamatan, dewan hakim, panitia, DKM, pembina, orang tua, guru, ustaz, pesantren, madrasah, dan rumah tahfidz.
Bagi kami, seluruh peserta adalah insan pilihan yang telah menunjukkan kecintaan kepada Al Qur’an dan Hadis. MTQH bukan akhir, melainkan awal pembinaan intensif menuju Provinsi Jawa Barat, “papar dia(*)
















