Indonesia memandang inovasi dan tanggung jawab harus berjalan beriringan agar AI mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keamanan AI tidak lagi dapat dianggap sebagai isu sekunder. Keamanan AI harus menjadi bagian dari arsitektur inti pengembangan AI itu sendiri. Indonesia percaya bahwa inovasi dan tanggung jawab harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia juga menempatkan AI sebagai teknologi strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperkuat layanan publik, pendidikan, dan kesehatan.
Namun, pengembangannya harus tetap menjunjung etika, keadilan, dan praktik yang adil dalam ekosistem digital.
Indonesia juga mendorong penerapan etika, transparansi, dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pengembangan AI, disertai distribusi manfaat teknologi yang lebih adil melalui dialog, kebijakan, dan regulasi adaptif.
Wamenkomdigi menilai keamanan AI merupakan tantangan global yang membutuhkan kolaborasi internasional, standar bersama, dan dialog berkelanjutan.
Indonesia pun menyatakan siap berkontribusi dalam penguatan keamanan AI global agar teknologi tersebut tetap aman, etis, inklusif, dan berpusat pada manusia.
“Keamanan AI merupakan tantangan global. Tidak ada satu negara pun yang dapat mengatasinya sendirian. Karena itu, kemitraan, standar bersama, dan dialog berkelanjutan menjadi semakin penting,” pungkasnya.***
Sumber: Siaran Pers Kemkomdigi

















