Di tengah dinamika geopolitik global, Indonesia juga dinilai memiliki keunggulan posisi sebagai negara non-blok yang dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
“Kita manfaatkan ketegangan-ketegangan yang ada ini sebagai peluang buat Indonesia,” ujarnya.
Meski mengakui Indonesia belum sepenuhnya masuk dalam rantai pasok global, Wamen Nezar melihat kondisi tersebut sebagai ruang untuk menentukan strategi yang tepat ke depan.
“Kita harus menjadi choke point. Kita harus menjadi choke point yang strategis dan kita harus mampu mengontrol choke point itu,” tegasnya.
Ia menambahkan pengembangan AI harus diarahkan untuk mendukung sektor-sektor prioritas dengan risiko tinggi, sehingga teknologi menjadi alat bantu yang meningkatkan keselamatan dan efisiensi kerja.
“Menurut saya kita enggak usah takut bahwa dia akan replace manusia, tapi bagaimana dia bisa menjadi companion dalam kerja-kerja yang kita lakukan,” ujarnya.
Dengan kombinasi sumber daya, talenta, dan strategi yang tepat, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk bertransformasi dari pasar menjadi pemain dalam rantai pasok global AI.***
Sumber: Siaran Pers Kemkomdigi


















