terasjabar.id
Sabtu, 2 Mei 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 2 Mei 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Opini

AETHIC OF RESPONSIBILITY

Herman by Herman
2 Mei 2026 14:52
in Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
AETHIC OF RESPONSIBILITY

( Politik: Idealisme vs Pragmatisme )

Oleh : Subchan Daragana
Warga kota Bandung/ Magister Komunikasi UBakrie

Di banyak ruang publik hari ini, kita menyaksikan ironi yang berulang: pemimpin hadir dengan idealisme tinggi, tetapi gagal mengeksekusi; atau sebaliknya, piawai secara pragmatis, tetapi kehilangan arah nilai. Di tengah tarik-menarik ini, yang sering menjadi korban bukanlah elite politik, melainkan masyarakat yang terdampak langsung oleh kebijakan yang tidak konsisten, komunikasi yang membingungkan, dan arah pembangunan yang tak ada gambar besarnya. Politik kehilangan kejelasan, dan publik kehilangan kepercayaan.

Dalam perspektif Ilmu Politik, problem ini bukan hal baru. Ketegangan antara idealisme dan pragmatisme telah lama menjadi perdebatan klasik, sejak Plato yang menekankan politik sebagai jalan menuju kebaikan bersama, hingga Niccolò Machiavelli yang melihat politik sebagai seni mengelola kekuasaan dalam realitas yang keras. Namun, kegagalan banyak pemimpin hari ini bukan karena memilih salah satu, melainkan karena tidak mampu mengelola irisan di antara keduanya.

Masalah pertama yang sering muncul adalah ketidakjelasan visi. Banyak pemimpin berbicara tentang konsep, tetapi tidak memiliki arah yang konkret. Idealisme hadir sebagai slogan, bukan sebagai kompas. Tanpa visi yang jelas, pragmatisme berubah menjadi reaksi jangka pendek, kebijakan dibuat untuk merespons tekanan, bukan untuk mencapai tujuan atau menyelesaikan masalah. Dalam kondisi ini, publik melihat disorientasi dan kepercayaan mulai terkikis.

Masalah kedua adalah kekakuan komunikasi. Pemimpin yang terlalu idealis sering terjebak dalam bahasa normatif yang jauh dari realitas masyarakat. Sebaliknya, yang terlalu pragmatis cenderung komunikatif, tetapi dangkal, tidak menawarkan makna yang kuat terlebih visi dalam gambar yang dapat dilihat. Akibatnya, pesan politik kehilangan daya hidup. Masyarakat tidak hanya butuh informasi, tetapi juga arah, makna ,dan gambaran yang nyata dan jelas

Masalah ketiga adalah ketidakjelasan nilai inti. Banyak pemimpin bersedia berkompromi, tetapi tidak tahu batasnya. Dalam situasi ini, pragmatisme berubah menjadi oportunisme. Ketika semua bisa dinegosiasikan, maka tidak ada lagi yang benar-benar diperjuangkan. Di sinilah krisis moral politik muncul, bukan karena kurang strategi, tetapi karena kehilangan prinsip.

Masalah keempat adalah ketidakmampuan mengelola strategi secara luwes. Idealisme yang tidak diterjemahkan ke dalam strategi akan menjadi kaku. Sementara pragmatisme tanpa arah akan menjadi liar. Banyak pemimpin gagal membaca momentum, gagal membangun aliansi, atau gagal mengeksekusi gagasan karena tidak memiliki jembatan antara nilai dan tindakan.

Masalah kelima adalah hilangnya orientasi jangka panjang. Politik menjadi sangat reaktif dan transaksional. Keputusan diambil untuk keuntungan sesaat, popularitas, elektabilitas, atau tekanan politik, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Akibatnya, kebijakan sering berubah, program tidak berkelanjutan, dan publik menjadi korban dari ketidakpastian.

Dalam konteks ini, pemikiran Max Weber menjadi sangat relevan melalui konsep ethic of responsibility. Weber mengingatkan bahwa politik tidak cukup hanya berpegang pada prinsip (ethic of conviction), tetapi juga harus mempertimbangkan konsekuensi nyata dari setiap keputusan. Artinya, pemimpin harus mampu menggabungkan idealisme sebagai arah dengan pragmatisme sebagai cara.

RELATED POSTS

BANDUNG UNTUK SIAPA ?

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

Bandung, City of Memories

Lalu bagaimana solusinya?

Pertama, pemimpin harus memiliki nilai inti, visi dan gambar yang jelas dan tidak bisa ditawar. Ini adalah fondasi. Kejujuran, keberpihakan pada publik, dan keadilan harus menjadi batas yang tidak boleh dilanggar. Dari sinilah idealisme mendapatkan bentuk yang konkret.

Kedua, pemimpin perlu mengembangkan strategi yang adaptif dan kontekstual. Pragmatisme bukan berarti mengorbankan nilai, tetapi mencari cara paling efektif untuk mewujudkannya. Ini membutuhkan kemampuan membaca situasi, membangun jaringan, dan memilih momentum yang tepat.

Ketiga, bangun komunikasi yang membumi dan bermakna. Pemimpin harus mampu menjelaskan gagasan besar dalam bahasa yang sederhana, sekaligus menunjukkan bukti nyata di lapangan. Komunikasi bukan hanya soal menyampaikan, tetapi membangun kepercayaan.

ADVERTISEMENT

Keempat, tetapkan orientasi jangka panjang yang konsisten. Setiap keputusan harus dilihat dalam kerangka tujuan besar, bukan hanya kepentingan sesaat. Ini akan menjaga arah politik tetap stabil meskipun strategi bisa berubah.

Kelima, ciptakan budaya refleksi dan evaluasi. Pemimpin harus berani mengoreksi diri, belajar dari kesalahan, dan terus menyempurnakan pendekatan. Tanpa refleksi, pragmatisme akan menjadi rutinitas kosong, dan idealisme akan menjadi retorika tanpa makna.

Jadipolitik bukan tentang memilih antara idealisme atau pragmatisme, tetapi tentang menyatukan keduanya dalam tanggung jawab yang utuh. Idealisme memberi arah, pragmatisme memberi jalan. Ketika keduanya berjalan seimbang, politik akan kembali menjadi alat untuk menghadirkan kebaikan bersama, bukan sumber kebingungan dan penderitaan bagi masyarakat.

Karena jika pemimpin gagal memahami ini, maka yang akan terus membayar harganya adalah warga. Namun jika pemimpin mampu mempraktikkan ethic of responsibility, maka politik akan kembali pada hakikatnya: menghadirkan harapan, kepastian, kejelasan dan keadilan bagi semua.***

Tags: AethicSubchan Daragana
ShareTweetSend

Related Posts

BANDUNG UNTUK SIAPA ?
Opini

BANDUNG UNTUK SIAPA ?

1 Mei 2026 20:21
“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi
Berita Utama

“Paradoks Akhir Ramadhan” Tradisi Yang Mengeser Esensi

15 Mar 2026 21:02
“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “
Berita Utama

“SAAT AYAH PULANG KEPADA MAKNA “

13 Mar 2026 04:38
WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)
Berita Utama

WA’AFU “( AMPUNAN YANG MENGHAPUS JEJAK)

11 Mar 2026 08:56
Bandung, City of Memories
Berita Utama

Bandung, City of Memories

2 Jan 2026 03:20
MORAL FATIGUE
Berita Utama

MORAL FATIGUE

25 Des 2025 17:36
Next Post
Hati-Hati! Lemak Trans Picu Penyakit Jantung Koroner dan Stroke

Hati-Hati! Lemak Trans Picu Penyakit Jantung Koroner dan Stroke

Aksi Anarko Rusak Fasilitas Kota : Lampu Lalu Lintas & Jaringan Fiber Optics Lalu Lintas 75% Hancur

Aksi Anarko Rusak Fasilitas Kota : Lampu Lalu Lintas & Jaringan Fiber Optics Lalu Lintas 75% Hancur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
TERBARU! Timezone Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

TERBARU! Timezone Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

26 Apr 2026 08:00
Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Ada 5 Posisi, PT Medion Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

28 Apr 2026 15:29
TERBARU! Hangry Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

TERBARU! Hangry Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

26 Apr 2026 11:17
Buntut Konflik AS-Iran, Ketegangan Trump dan Kanselir Jerman Memanas

Buntut Konflik AS-Iran, Ketegangan Trump dan Kanselir Jerman Memanas

0
Polisi Gerebek Bandar Sabu di Tarogong, Satu Pelaku Kabur dan Kini Jadi Buron

Polisi Gerebek Bandar Sabu di Tarogong, Satu Pelaku Kabur dan Kini Jadi Buron

0
KKP Siap Rekrut Puluhan Ribu Awak Kapal untuk Program Modernisasi Kapal Perikanan

KKP Siap Rekrut Puluhan Ribu Awak Kapal untuk Program Modernisasi Kapal Perikanan

0
Hati-Hati! Lemak Trans Picu Penyakit Jantung Koroner dan Stroke

Hati-Hati! Lemak Trans Picu Penyakit Jantung Koroner dan Stroke

0
KKP Siap Rekrut Puluhan Ribu Awak Kapal untuk Program Modernisasi Kapal Perikanan

KKP Siap Rekrut Puluhan Ribu Awak Kapal untuk Program Modernisasi Kapal Perikanan

2 Mei 2026 15:46
Buntut Konflik AS-Iran, Ketegangan Trump dan Kanselir Jerman Memanas

Buntut Konflik AS-Iran, Ketegangan Trump dan Kanselir Jerman Memanas

2 Mei 2026 15:18
Polisi Gerebek Bandar Sabu di Tarogong, Satu Pelaku Kabur dan Kini Jadi Buron

Polisi Gerebek Bandar Sabu di Tarogong, Satu Pelaku Kabur dan Kini Jadi Buron

2 Mei 2026 15:05
Aksi Anarko Rusak Fasilitas Kota : Lampu Lalu Lintas & Jaringan Fiber Optics Lalu Lintas 75% Hancur

Aksi Anarko Rusak Fasilitas Kota : Lampu Lalu Lintas & Jaringan Fiber Optics Lalu Lintas 75% Hancur

2 Mei 2026 15:00
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.