terasjabar.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Kamis, 18 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

AMERIKA MENCIPTAKAN SUASANA PERANG DI INDONESIA

Herman by Herman
20 Apr 2026 07:33
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
AMERIKA MENCIPTAKAN SUASANA PERANG DI INDONESIA

Oleh Ayik Heriansyah

ADVERTISEMENT

Kehadiran kapal perang Amerika Serikat di sekitar perairan Indonesia kembali menyita perhatian publik. Pada April 2026, USS Miguel Keith melintasi Selat Malaka, sebuah jalur strategis yang menjadi nadi perdagangan global.

Secara hukum, lintasan ini sah dalam kerangka “hak lintas damai”, sebagaimana ditegaskan TNI AL. Namun, dalam konteks geopolitik yang memanas, kehadiran ini tidak bisa dilihat sekadar sebagai aktivitas rutin.

Fenomena ini sebenarnya bukan peristiwa tunggal. Sebelumnya, USS Abraham Lincoln melintas pada Januari 2026 dalam perjalanan menuju Timur Tengah, disusul oleh USS Nimitz pada Juni 2025 di wilayah yang sama. Rangkaian pergerakan ini menunjukkan pola yang konsisten yaitu menjadikan Selat Malaka menjadi jalur vital mobilisasi kekuatan militer Amerika.

Dalam kerangka hukum laut internasional, tidak ada yang dilanggar. Hanya saja hukum tidak selalu mampu menangkap dimensi psikologis dan politik dari pergerakan militer berskala besar. Kapal-kapal tersebut simbol kekuatan. Kehadirannya di wilayah strategis seperti Selat Malaka secara tidak langsung membentuk persepsi ancaman.

Di sinilah konsep “menciptakan suasana perang” menjadi relevan. Tidak selalu perang dimulai dengan tembakan pertama. Bisa diawali dengan mobilisasi, demonstrasi kekuatan, dan penempatan aset militer di titik-titik strategis.

Situasi serupa juga terlihat di udara. Pada Februari 2026, tiga pesawat tanker KC-135R milik Angkatan Udara AS melintasi wilayah udara Indonesia menuju barat. Secara teknis, ini bisa dianggap sebagai bagian dari operasi rutin. Akan tetapi dugaan keterkaitan dengan dukungan pengisian bahan bakar bagi pembom jarak jauh seperti B-52 menambah lapisan kekhawatiran.

Lebih jauh lagi, munculnya dokumen yang mengindikasikan usulan akses lintas udara menyeluruh (“overflight”) untuk operasi darurat memicu perdebatan serius. Jika disetujui tanpa kontrol ketat, hal ini berpotensi mengaburkan batas kedaulatan dan menjadikan wilayah Indonesia sebagai koridor militer Amerika.

RELATED POSTS

Angka Kematian Jemaah Haji Jawa Timur Tertinggi di Indonesia. 75 Jemaah Wafat di Arab Saudi

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Ke Tanah Air Bertahap 1 – 30 Juni 2026

Kloter Perdana Pemulangan Haji Indonesia dimulai 31 Mei Malam Waktu Arab Saudi

Langkah AKKOPSI Wujudkan Sanitasi Sehat! Dadang Supriatna: Kerugian Akibat TBC di Indonesia Capai Rp40 Triliun per Tahun

Jutaan Orang Terancam Kelaparan, World Food Programme: Perang Iran Perparah Krisis Kelaparan Global

Pemerintah dan DPR RI telah menegaskan bahwa setiap aktivitas militer asing harus melalui mekanisme izin resmi. Sikap ini penting sebagai penegasan kedaulatan. Yang perlu diwaspadai tekanan geopolitik seringkali tidak datang dalam bentuk pelanggaran terang-terangan, melainkan melalui normalisasi kehadiran militer asing secara bertahap.

Dalam perspektif strategis, Indonesia berada di posisi yang sangat rentan. Letak geografisnya yang berada di persilangan antara Samudra Hindia dan Pasifik menjadikannya jalur logistik yang tak tergantikan. Dalam situasi rivalitas global, posisi ini menjadi beban tersendiri.

Ketika kapal perang dan pesawat militer asing semakin sering melintas, yang terbentuk bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga konstruksi persepsi. Publik mulai terbiasa dengan kehadiran militer asing. Media membingkainya sebagai hal biasa. Di titik inilah suasana perang mulai “dinormalisasi”.

Padahal, normalisasi ini berbahaya. Akan mengikis sensitivitas nasional terhadap ancaman kedaulatan. Jika dibiarkan, Indonesia berisiko terseret dalam konflik yang bukan miliknya. Sejarah menunjukkan bahwa banyak negara terlibat perang bukan karena kepentingan nasional, melainkan karena posisi geografis dan tekanan eksternal.

Jadi, menciptakan suasana perang tidak selalu membutuhkan deklarasi resmi. Suasana perang dapat dibangun perlahan melalui kehadiran, pergerakan pesawat tempur dan kapal perang. Indonesia harus waspada terhadap proses ini. Sebab, ketika suasana perang sudah terbentuk, pilihan untuk tetap netral menjadi jauh lebih sulit.***

Tags: Anerikaindonesiaperang
ShareTweetSend

Related Posts

Angka Kematian Jemaah Haji Jawa Timur Tertinggi  di Indonesia. 75 Jemaah Wafat di Arab Saudi
Daerah

Angka Kematian Jemaah Haji Jawa Timur Tertinggi di Indonesia. 75 Jemaah Wafat di Arab Saudi

16 Jun 2026 18:57
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Ke Tanah Air Bertahap 1 – 30 Juni 2026
News

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Ke Tanah Air Bertahap 1 – 30 Juni 2026

4 Jun 2026 06:01
Kloter Perdana Pemulangan Haji Indonesia dimulai 31 Mei Malam Waktu Arab Saudi
News

Kloter Perdana Pemulangan Haji Indonesia dimulai 31 Mei Malam Waktu Arab Saudi

1 Jun 2026 23:55
Langkah AKKOPSI Wujudkan Sanitasi Sehat! Dadang Supriatna: Kerugian Akibat TBC di Indonesia Capai Rp40 Triliun per Tahun
News

Langkah AKKOPSI Wujudkan Sanitasi Sehat! Dadang Supriatna: Kerugian Akibat TBC di Indonesia Capai Rp40 Triliun per Tahun

31 Mei 2026 12:32
Jutaan Orang Terancam Kelaparan, World Food Programme: Perang Iran Perparah Krisis Kelaparan Global
News

Jutaan Orang Terancam Kelaparan, World Food Programme: Perang Iran Perparah Krisis Kelaparan Global

28 Mei 2026 00:56
202.551 Jemaah Haji Indonesia Jalani Puncak Ibadah Haji di Padang Arafah
Berita Utama

202.551 Jemaah Haji Indonesia Jalani Puncak Ibadah Haji di Padang Arafah

27 Mei 2026 07:23
Next Post
Geger, Jasad Tak Dikenal Ditemukan Tertutup Rumpun Bambu di Lereng Cidadap

Geger, Jasad Tak Dikenal Ditemukan Tertutup Rumpun Bambu di Lereng Cidadap

KDS Tegaskan Arah Transformasi “Bandung Lebih BEDAS”, Dari Penguatan Desa hingga Daya Saing Global

KDS Tegaskan Arah Transformasi “Bandung Lebih BEDAS”, Dari Penguatan Desa hingga Daya Saing Global

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

15 Jun 2026 16:51
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

11 Jun 2026 16:39
Untuk Lulusan SMA SMK! Gramedia Bandung Buka Loker Teranyar

Untuk Lulusan SMA SMK! Gramedia Bandung Buka Loker Teranyar

11 Jun 2026 17:23
Kemenperin Percepat Kesiapan Industri AMDK Sambut Pemberlakuan SNI Wajib

Kemenperin Percepat Kesiapan Industri AMDK Sambut Pemberlakuan SNI Wajib

0
Plt Bupati Bekasi Targetkan Pembangunan Fisik Berjalan pada Awal Juli

Plt Bupati Bekasi Targetkan Pembangunan Fisik Berjalan pada Awal Juli

0
Sinergi Menggetarkan Priangan Timur, Kepala Daerah Serukan Transformasi Ekonomi Selatan Jabar Jadi Mesin pertumbuhan Baru Indonesia

Sinergi Menggetarkan Priangan Timur, Kepala Daerah Serukan Transformasi Ekonomi Selatan Jabar Jadi Mesin pertumbuhan Baru Indonesia

0
Ugal-Ugalan, Angkot Terguling  dan Terbalik di Jatinangor, 17  Penumpang Siswa SMPN 1 Tanjungsari Terluka

Ugal-Ugalan, Angkot Terguling dan Terbalik di Jatinangor, 17 Penumpang Siswa SMPN 1 Tanjungsari Terluka

0
Kemenperin Percepat Kesiapan Industri AMDK Sambut Pemberlakuan SNI Wajib

Kemenperin Percepat Kesiapan Industri AMDK Sambut Pemberlakuan SNI Wajib

18 Jun 2026 20:29
Plt Bupati Bekasi Targetkan Pembangunan Fisik Berjalan pada Awal Juli

Plt Bupati Bekasi Targetkan Pembangunan Fisik Berjalan pada Awal Juli

18 Jun 2026 20:10
Cek Makanan Penyebab Asam Urat, Apa Saja?

Cek Makanan Penyebab Asam Urat, Apa Saja?

18 Jun 2026 20:00
Sinergi Menggetarkan Priangan Timur, Kepala Daerah Serukan Transformasi Ekonomi Selatan Jabar Jadi Mesin pertumbuhan Baru Indonesia

Sinergi Menggetarkan Priangan Timur, Kepala Daerah Serukan Transformasi Ekonomi Selatan Jabar Jadi Mesin pertumbuhan Baru Indonesia

18 Jun 2026 19:57

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.