TERASJABAR.ID – Jawa Timur masih tercatat sebagai provinsi dengan angka kematian jemaah haji tertinggi di Indonesia. Tercatat 75 jemaah haji asal Jatim meninggal dunia di Arab Saudi maupun saat kedatangan. Sementara 13 jemaah haji lainnya dari 52 kloter masih dalam perawatan intensif di RS Jeddah Arab Saudi.
Demikian dikatakan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam Siaran Persnya, di Jakarta, Senin (15/06/2026).
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam membenarkan, bahwa kematian jemaah haji asal Jatim tertinggi di Indonesia.
Berdasarkan update data hingga Ahad (14/6), jumlah jemaah Debarkasi Surabaya yang wafat tercatat 75 orang baik di tanah suci maupun saat kedatangan. Memang ada penurunan signifikan jika dibanding musim haji tahun sebelumnya. Tahun lalu tercatat lebih dari 100 jemaah meninggal dunia di Tanah Suci Mekkah.
“Jawa Timur ke depan memang yang harus kita perketat itu istitha’ah kesehatan. Karena Jawa Timur adalah salah satu daerah yang tingkat mortalitasnya tinggi, tingkat kematian jemaahnya tinggi,” kata Dahnil.
Jumlah jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci sebut Dahnil, tahun ini memang menurun signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, Jawa Timur masih menjadi yang tertinggi secara nasional.
Untuk menekan angka kematian jemaah haji lanjut Dahnil, musim haji tahun depan istitha’ah kesehatan oleh Kementerian Haji dan Umrah akan diperketat. Khususnya di Pusat Kesehatan Haji.
“Kita akan lebih memperketat istitha’ah supaya jemaah haji yang berangkat memang kesehatannya prima dan itu bisa menekan jumlah kematian yang terjadi di Tanah Suci,” ujarnya.
Langkah tersebut dilakukan dengan harapan dapat menekan angka kematian jemaah haji. Sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia pada musim haji mendatang.
PR Kami tentu akan terus meningkatkan pelayanan, pungkas Dahnil.(*)
















