TERASJABAR.ID – Purwakarta geger menyusul ditemukannya jasad seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemkab Purwakarta.
Korban ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Minggu (14/6/2026) malam.
Korban diketahui Yogi Saleh (46), seorang PNS yang merupakan Kabid Aset Pemkab Purwakarta.
Polres Purwakarta dan Polda Jabar telah turun tangan melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan jasad korban sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Kapolres, korban pertama kali ditemukan oleh istri dan mertuanya yang baru pulang dari acara wisuda anak korban di sebuah hotel di Kecamatan Bungursari. Saat tiba di rumah sekira pukul 19.30 WIB, keluarga mendapati kondisi rumah gelap dan pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Korban yang dipanggil berkali-kali juga tidak memberikan respons.
“Karena tidak ada jawaban dari korban, pihak keluarga kemudian masuk melalui jendela belakang rumah untuk melakukan pengecekan,”kata Kapolres, Selasa (16/6/2026).

Setelah berhasil masuk, keluarga melihat adanya bercak darah di area rumah. Ketika pintu salah satu kamar dibuka, korban ditemukan dalam posisi terlentang dan tidak bernyawa.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka robek di bagian ulu hati dan beberapa luka pada bagian leher. Selain itu, petugas juga menemukan bekas jeratan pada leher korban serta sejumlah luka memar pada bagian kaki.
“Di lokasi ditemukan sebilah pisau yang berada di bawah pundak kanan korban, kemudian terdapat bercak darah dan sejumlah barang lainnya yang kami amankan sebagai barang bukti,”ungkapnya.
Selain itu, polisi juga menemukan tangga di dalam rumah yang mengarah ke plafon. Saat dilakukan pengecekan ke bagian atap, ditemukan beberapa potongan tali, kabel, dan ikat pinggang yang sudah terputus.
Barang bukti yang diamankan penyidik meliputi pisau, telepon seluler milik korban, dompet, dua potongan tali atau kabel, ikat pinggang dan tangga yang ditemukan di lokasi kejadian.
Kapolres menambahkan, penyidik masih mendalami seluruh temuan di lokasi kejadian. Jasad korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum dan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil autopsi. Seluruh kemungkinan masih kami dalami berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, dan barang bukti yang ditemukan,” katanya.
Polisi pun telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk istri dan mertua korban. Selain itu, penyidik mengumpulkan berbagai informasi terkait aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satreskrim Polres Purwakarta untuk memastikan apakah kematian korban murni akibat tindakan bunuh diri atau terdapat unsur tindak pidana lain yang menyebabkan korban meninggal dunia.
















