TERASJABAR.ID – Carlo Ancelotti mendapat sorotan tajam setelah keputusan kontroversialnya dalam laga pembuka Brasil di Piala Dunia 2026.
Pelatih asal Italia itu memilih tidak memainkan penyerang muda Endrick saat Selecao bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada Sabtu malam.
Dalam pertandingan yang berlangsung di New York tersebut, Maroko lebih dulu unggul melalui Ismael Saibari pada menit ke-21 sebelum Vinicius Junior menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian.
Meski Maroko merupakan semifinalis Piala Dunia 2022, Brasil tetap dianggap sebagai favorit.
Karena itu, hasil imbang tersebut dinilai kurang memuaskan oleh sebagian pendukung Selecao.
Perhatian publik kemudian tertuju pada keputusan Ancelotti yang membiarkan Endrick tetap berada di bangku cadangan sepanjang pertandingan.
Padahal, penyerang berusia 19 tahun itu datang ke turnamen dengan modal performa impresif setelah mencetak lima gol dan tujuh assist selama masa peminjamannya bersama Lyon di Ligue 1.
Saat ditanya mengenai alasan tidak memainkan Endrick, Ancelotti memilih fokus membahas performa tim secara keseluruhan.
Ia menegaskan tidak ingin memberikan komentar terkait pemain secara individu dan lebih tertarik menarik permainan kolektif Brasil.
Namun, jawaban tersebut tidak meredakan kritik dari para pendukung.
Banyak penggemar menilai Endrick layak mendapatkan kesempatan bermain, terutama ketika Brasil membutuhkan tambahan daya gedor untuk mencari gol kemenangan.
Sejumlah komentar di media sosial bahkan menyebut Endrick bisa menjadi pembeda jika diturunkan sejak awal atau masuk sebagai pemain pengganti.
Perdebatan mengenai peran Endrick pun diperkirakan akan terus berlanjut seiring perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026.-***
TERASJABAR.ID – Carlo Ancelotti mendapat sorotan tajam setelah keputusan kontroversialnya dalam laga pembuka Brasil di Piala Dunia 2026.
Pelatih asal Italia itu memilih tidak memainkan penyerang muda Endrick saat Selecao bermain imbang 1-1 melawan Maroko pada Sabtu malam.
Dalam pertandingan yang berlangsung di New York tersebut, Maroko lebih dulu unggul melalui Ismael Saibari pada menit ke-21 sebelum Vinicius Junior menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian.
Meski Maroko merupakan semifinalis Piala Dunia 2022, Brasil tetap dianggap sebagai favorit.
Karena itu, hasil imbang tersebut dinilai kurang memuaskan oleh sebagian pendukung Selecao.
Perhatian publik kemudian tertuju pada keputusan Ancelotti yang membiarkan Endrick tetap berada di bangku cadangan sepanjang pertandingan.
Padahal, penyerang berusia 19 tahun itu datang ke turnamen dengan modal performa impresif setelah mencetak lima gol dan tujuh assist selama masa peminjamannya bersama Lyon di Ligue 1.
Saat ditanya mengenai alasan tidak memainkan Endrick, Ancelotti memilih fokus membahas performa tim secara keseluruhan.
Ia menegaskan tidak ingin memberikan komentar terkait pemain secara individu dan lebih tertarik menarik permainan kolektif Brasil.
Namun, jawaban tersebut tidak meredakan kritik dari para pendukung.
Banyak penggemar menilai Endrick layak mendapatkan kesempatan bermain, terutama ketika Brasil membutuhkan tambahan daya gedor untuk mencari gol kemenangan.
Sejumlah komentar di media sosial bahkan menyebut Endrick bisa menjadi pembeda jika diturunkan sejak awal atau masuk sebagai pemain pengganti.
Perdebatan mengenai peran Endrick pun diperkirakan akan terus berlanjut seiring perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026.-***















