TERASJABAR.ID – Meningkatnya tingkat polusi udara dan paparan debu di lingkungan sehari-hari membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan kesehatan saluran pernapasan.
Selain menjaga kebersihan tangan, para ahli kini juga merekomendasikan kebiasaan mencuci hidung menggunakan larutan NaCl 0,9 persen sebagai salah satu cara efektif untuk menjaga kebersihan rongga hidung.
Metode yang dikenal sebagai irigasi hidung ini bukan sekadar tren kesehatan, melainkan terapi medis yang telah lama digunakan untuk membantu mencegah infeksi, mengurangi gejala alergi, dan menjaga fungsi saluran pernapasan tetap optimal.
Larutan NaCl 0,9 persen dipilih karena bersifat isotonik atau memiliki kadar garam yang serupa dengan cairan tubuh sehingga tidak menimbulkan rasa perih maupun iritasi saat digunakan.
Para ahli menjelaskan bahwa cuci hidung bekerja dengan membilas debu, polutan, bakteri, dan alergen yang menempel di rongga hidung.
Selain itu, cairan tersebut membantu mengencerkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan serta mendukung kerja silia, yaitu rambut-rambut halus di dalam hidung yang berfungsi menyaring kotoran.
Untuk melakukannya, masyarakat disarankan menggunakan larutan NaCl steril yang tersedia di apotek dan alat seperti spuit tanpa jarum atau botol khusus pencuci hidung.
Posisi kepala yang tepat juga penting agar cairan dapat mengalir dengan baik dan tidak masuk ke saluran telinga.
Meski tergolong aman dilakukan setiap hari, penggunaan air dingin tidak disarankan karena berisiko mengandung mikroorganisme berbahaya.
Jika hidung tersumbat total, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter THT sebelum melakukan irigasi hidung.
Dengan biaya yang relatif murah dan cara yang sederhana, mencuci hidung secara rutin dapat menjadi langkah efektif untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari dampak polusi, debu serta berbagai gangguan kesehatan lainnya.-***












