BPSDMI juga terus menyusun dan memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) guna memastikan keselarasan kompetensi SDM dengan kebutuhan industri.
“Dalam menghadapi era transformasi digital, Kemenperin turut aktif melaksanakan program reskilling dan upskilling bagi pekerja industri. Upaya ini dilakukan guna memastikan tenaga kerja Indonesia mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk otomatisasi, digitalisasi proses produksi, serta penerapan industri 4.0,” papar Agus.
Menurut Menperin, transformasi digital di sektor industri tidak hanya membutuhkan investasi pada teknologi, tetapi juga kesiapan SDM. “Oleh sebab itu, program reskilling dan upskilling menjadi prioritas agar tenaga kerja kita tetap relevan dan kompetitif,” tegasnya.
Berdasarkan data terbaru, penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan nonmigas menunjukkan tren yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Jumlah tenaga kerja tercatat naik dari 15,49 juta orang pada tahun 2015 menjadi 18,90 juta orang pada 2019. Meskipun sempat terdampak pandemi, sektor ini mampu pulih dan kembali tumbuh, dengan jumlah tenaga kerja mencapai 20,26 juta orang pada Agustus 2025—menjadi level tertinggi selama periode pengamatan.
Capaian tersebut menegaskan bahwa sektor industri pengolahan tetap menjadi salah satu penyedia lapangan kerja terbesar sekaligus penopang stabilitas ekonomi nasional. Kinerja ini juga mencerminkan ketahanan dan daya saing industri manufaktur Indonesia yang terus terjaga.
Dalam momentum Hari Buruh Internasional, Menperin memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja industri atas kontribusinya dalam menjaga produktivitas dan keberlangsungan sektor manufaktur nasional.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja industri di Indonesia. Kalian adalah tulang punggung industri nasional. Teruslah meningkatkan kompetensi, menjaga semangat kerja, dan beradaptasi dengan perubahan agar industri kita semakin kuat dan berdaya saing global,” paparnya.
















