Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi menyampaikan, lulusan vokasi Kemenperin dibekali kemampuan teknis dan adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi industri.
“Tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan,” ungkap Doddy.
Program pembangunan SDM Industri oleh BPSDMI Kemenperin menargetkan lulusan yang kompeten tidak hanya di dalam negeri tetapi berdaya saing global untuk mengisi pasal kerja internasional.
Hal ini dibuktikan dengan ratusan siswa yang meraih sertifikasi keahlian bergengsi tingkat dunia, seperti dari Vapro (Belanda), Siemens (Jerman), dan Hobart Technology (Australia).
Berkat kualitas ini, alumni sekolah vokasi Kemenperin kini tercatat telah tersebar dan bekerja di 21 negara di berbagai belahan dunia.
Untuk membantu industri dalam penyediaan tenaga kerja kompeten dan memastikan jaminan kerja bagi lulusan, BPSDMI juga menjalankan program “Kelas Industri” secara masif. Di tingkat SMK, BPSDMI menggandeng 24 industri untuk memfasilitasi 411 siswa dalam 12 kelas/program studi.
Pada tingkat Politeknik, kerja sama terjalin dengan 18 industri yang memfasilitasi 473 mahasiswa pada 18 program studi. Bahkan, BPSDMI telah membuka Kelas Industri Internasional yang secara khusus mempersiapkan lulusannya untuk bekerja langsung di perusahaan global, seperti di Krakatau Posco (Korea Selatan) dan Morimitsu Industry Co., Ltd. (Jepang).***
Sumber: Siaran Pers Kemenperin
















