TERASJABAR.ID – Kondisi harga pangan pokok strategis nasional hingga minggu ketiga April 2026 menunjukkan tren yang semakin terkendali.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan jumlah provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), dari 22 provinsi pada minggu kedua April menjadi 15 provinsi pada minggu ketiga.
“Kita bersyukur, alhamdulillah tercatat ada 15 provinsi yang mengalami kenaikan IPH. Jadi (ini) mengalami penurunan jumlah provinsi yang mengalami kenaikan IPH pada kondisi minggu ketiga April,” ungkap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta.
Selanjutnya, kenaikan IPH berdasarkan jumlah kabupaten/kota juga dilaporkan BPS mengalami perkembangan yang cukup baik. Penurunan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH di minggu ketiga April ini bahkan tercatat lebih sedikit dibandingkan jumlah kabupaten/kota yang terdapat penurunan IPH.
“Alhamdulillah pada kondisi minggu ketiga ini, untuk yang IPH mengalami kenaikan dilihat dari jumlah kabupaten kotanya lebih sedikit jika dibandingkan pada kondisi minggu kedua April. Minggu kedua April terdapat 149 kabupaten kota yang IPH-nya mengalami peningkatan. Sekarang ada 137 kabupaten kota,” ujarnya.
Jumlah kabupaten/kota dengan peningkatan IPH di minggu ketiga April terdapat 137 daerah. Sementara jumlah kabupaten/kota yang terdapat penurunan IPH mencapai 213 daerah atau lebih banyak separuhnya dari jumlah kabupaten/kota dengan kenaikan IPH.
BPS turut melaporkan kondisi harga minyak goreng yang mengalami fluktuasi di 207 kabupaten/kota sampai Minggu ketiga April. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah didorong untuk menaruh perhatian lebih intensif agar intervensi guna meredam fluktuasi minyak goreng segera dilaksanakan.
“Minyak goreng ini sebagai catatannya, ini peningkatannya terjadi pada 207 kabupaten kota. Sengaja kami memberikan tanda seru karena pada minggu kedua itu hanya 177 kabupaten kota. Sekarang menjadi 207 kabupaten kota. Jadi peningkatannya cukup banyak sekali,” ungkap Deputi BPS Ateng.



















