TERASJABAR.ID – Arena industri otomotif Indonesia akan segera kedatangan pemain baru dari Tiongkok, yakni Chery QQ3.
Kehadiran mobil ini semakin jelas setelah Chery Indonesia merilis teaser resmi di media sosial, yang menandakan keseriusan mereka untuk ikut bersaing di segmen kendaraan listrik yang kian kompetitif.
Dengan ukuran yang tergolong kompak, Chery QQ3 diperkirakan akan berhadapan langsung dengan sejumlah rival yang sudah lebih dulu hadir di pasar, seperti GAC Aion Y Plus dan Wuling Binguo EV.
Ketiganya berada di segmen yang mirip, sehingga menjadi opsi menarik bagi konsumen urban yang membutuhkan mobil kecil namun tetap fungsional.
Jika dibandingkan, dimensi QQ3 tercatat 4.195 mm panjang, 1.811 mm lebar, dan 1.573 mm tinggi, dengan jarak sumbu roda 2.700 mm.
Sementara itu, Aion Y Plus sedikit lebih besar, dan Binguo EV sedikit lebih kecil, sehingga persaingan lebih ditentukan oleh fitur dan harga.
Dibandingkan dengan model lain seperti BYD Dolphin, QQ3 terlihat lebih bongsor dan menawarkan ruang kabin yang lebih lega, meski tetap mempertahankan karakter mobil perkotaan yang lincah.
Di pasar China, QQ3 dijual dalam beberapa varian dengan harga mulai sekitar 58.900 yuan hingga 78.900 yuan, atau setara Rp149 juta hingga Rp200 jutaan.
Ini mengindikasikan potensi harga yang kompetitif saat masuk Indonesia, bahkan kemungkinan dipasarkan dengan nama berbeda, yakni Chery Q.
Dari sisi teknis, mobil ini menggunakan motor listrik penggerak roda belakang dengan dua opsi tenaga, 58 kW dan 90 kW.
Baterainya tersedia dalam kapasitas 29,48 kWh dan 41,28 kWh, dengan jarak tempuh hingga 420 km berdasarkan standar CLTC.
Fitur pengisian cepat juga menjadi nilai jual, karena baterai dapat terisi dari 30% ke 80% hanya dalam sekitar 16,5 menit.
Dengan kombinasi harga terjangkau, teknologi modern, dan spesifikasi kompetitif, Chery QQ3 diprediksi akan memperketat persaingan di segmen mobil listrik kompak di Indonesia.-***















