TERASJABAR.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertolak menuju Beijing pada Selasa sore untuk menggelar pertemuan penting dengan Presiden China, Xi Jinping.
Dalam keterangannya sebelum keberangkatan, Trump mengatakan bahwa dirinya akan melakukan pembicaraan panjang dengan Xi Jinping terkait perkembangan situasi di Iran yang belakangan kembali memicu perhatian dunia internasional.
Meski isu geopolitik dan keamanan global turut menjadi agenda utama pembahasan kedua pemimpin, Trump menegaskan bahwa hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan China tetap menjadi fokus terpenting dalam pertemuan tersebut.
Pemerintah AS berharap komunikasi langsung antara kedua negara dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi dan meredakan ketegangan internasional yang sedang berkembang.
Di sisi lain, situasi di kawasan Timur Tengah masih memanas seiring meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan AS dan Israel terkait konflik yang berlangsung.
Baghaei menilai perang terhadap Iran merupakan pertarungan antara “rakyat yang bangga” melawan pihak-pihak yang disebutnya sebagai “pembohong profesional” yang sengaja menciptakan alasan untuk membenarkan berbagai tindakan kekerasan.
Pernyataan tersebut semakin memperlihatkan tingginya tensi politik dan diplomatik di kawasan tersebut saat ini.-***















