Lebih jauh dr. Lee memaparkan, robot atau alat berteknologi canggih hanya bersifat membantu, mengukur lebih presisi, tetapi tidak bisa menggantikan sepenuhnya kerja dan keahlian dokter.
Menurutnya, mis dan komplikasi itu sering terjadi karena ketidakmampuan dokter dalam mengoperasikan robot dan peralatan berteknologi canggih. Dr. Lee juga mengaku sering melakukan ‘restorasi’ dari hasil operasi yang kurang berhasil.
Robotik Sangat Mendukung
Sementara dr. Wong Chung Chek, konsultan Ahli Bedah Ortopedi dan Tulang Belakang, menyatakan teknologi navigasi robotik sangat mendukung keselamatan, efisiensi, dan akurasi tinggi saat prosedur tulang belakang.
“Teknologi seperti Brainlab Kick Navigation System yang digunakan memberikan penduan secara langsung dan visualisasi 3D yang sangat akurat dari anatomi tulang pasien,” papar dr. Wong Chung Chek.
Ditambahkan dr. Wong, robotik membantu ahli bedang menavigasi struktur tulang belakang yang rumit dan menempatkan implant (seperti skrup) dengan sangat presisi, sehingga meminimalkan Risiko pada jaringan saraf,” ujarnya.
Menurutnya, teknologi ini memberi tingkat akurasi yang sangat tinggi dan menghasilkan prosedur yang lebih aman, komplikasi lebih minim, dan pemulihan pasien yang lebih baik.
Dr. Wong menyontohkan, bagaimana kasus scoliosis bisa ditangani lebih baik dengan bantuan robotik.
Dr. Kenny Yeap Kim Pey, Regional Chief Executive Officer (CEO) KPJ Healthcare Wilayah Malaysia Timur mengatakan bahwa acara seperti ini sangat penting dan hendaknya bisa bisa berkesinambungan.
“Kami ingin kerjasama seperti ini bisa terus dijalin untuk masa-masa yang akan datang,” kata dr. Kenny.
Benny Indra, CEO Bhinneka Life menyatakan betapa pentingnya arti Kesehatan. Acara yang digelar KPJ Kuching dan Bhinneka Life ini dinilai sangat bermanfaat.
“Acara ini benar-benar sangat bermanfaat, sehingga kita tahu bagaimana pentingnya arti Kesehatan,” tutur Benny Indra,***
















