Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran dan memulai proses pematangan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. “Penganggarannya sudah ada dan sekarang sudah mulai proses pematangan. 65 persen sudah pematangan lahan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Pandeglang R. Dewi Setiani mengajukan tambahan Sekolah Rakyat untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.
“Kami mengajukan Sekolah Rakyat kembali untuk memenuhi kuota sesuai Desil 1 dan 2. Hari ini kami membawa proposal yang sudah dilengkapi dengan lahan bersertifikat seluas 10 hektare,” ujarnya.
Bupati Pulau Taliabu Sashabilla Lutfitalia Widya Mus mengatakan daerahnya menghadapi keterbatasan APBD untuk penyediaan lahan. Namun, dukungan masyarakat memungkinkan penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Alhamdulillah ada sekelompok keluarga yang menghibahkan dan mewakafkan lahannya seluas 4 hektare untuk digabungkan dengan 1 hektare dari Dinas Pendidikan kabupaten, sehingga total kami memiliki 5 hektare,” katanya.
Menurutnya, dukungan masyarakat tersebut menjadi bukti besarnya harapan warga agar Sekolah Rakyat hadir di Pulau Taliabu.
“Ini merupakan bukti bahwa Sekolah Rakyat di Taliabu nantinya dibangun dari rakyat. Kami memohon dukungan sebesar-besarnya dari Pak Menteri agar Sekolah Rakyat bisa hadir di Pulau Taliabu. Saat ini secara keseluruhan ada 1.378 anak yang tidak sekolah yang sudah tercatat, belum yang tercatat. Biasanya datang dari keluarga yang tinggalnya masih nomaden,” katanya.***
Sumber: Kemensos

















