TERASJABAR.ID – Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengajak masyarakat melihat kenaikan harga plastik akibat dinamika global sebagai momentum untuk mengubah pola konsumsi.
Salah satunya dengan membiasakan membawa tas belanja sendiri saat beraktivitas.
Ia menilai lonjakan harga plastik tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan, tetapi juga pelaku usaha kecil hingga konsumen.
Menurut Daniel, plastik telah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, ketika harganya meningkat, dampaknya langsung terasa di berbagai sektor domestik.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut dipicu oleh gangguan rantai pasok global serta tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor yang mencapai sekitar 60 persen. Bahkan, per April 2026, harga plastik tercatat naik hingga 30–80 persen.
Lebih jauh, ia menilai kondisi ini tidak sekadar persoalan biaya produksi, tetapi juga menjadi tanda bahwa ketergantungan terhadap material berbasis fosil masih tinggi dan rentan terhadap gejolak global.
Karena itu, ia mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai serta penguatan material alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Daniel juga mengimbau masyarakat mulai beralih ke barang yang dapat digunakan berulang kali, seperti tas belanja atau wadah makanan sendiri.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah plastik dan pengembangan bank sampah sebagai sumber bahan baku sekunder.
Ia menegaskan, dukungan kebijakan pemerintah sangat diperlukan agar transisi menuju kemasan ramah lingkungan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.-***

















