TERASJABAR.ID – Pemerintah Kota Bandung memberikan penghargaan sekaligus menyalurkan berbagai bantuan kepada para petani dalam peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 yang digelar pada Kamis, 25 Juni 2026.
Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran petani dalam menjaga ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan pertanian di kawasan perkotaan.
Mengusung tema “Petani Keren, Petani Hebat”, peringatan Hari Krida Pertanian diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung bersama kelompok tani dari berbagai wilayah di Kota Bandung.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan peringatan Hari Krida Pertanian bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk penghormatan kepada para petani yang selama ini konsisten menjaga produksi pangan dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian.
“Ini adalah momentum untuk memberikan apresiasi kepada para petani yang telah bekerja keras membangun ketahanan pangan dan mempertahankan pertanian berkelanjutan di Kota Bandung. Karena itu, setiap tahun kami menjadikan Hari Krida Pertanian sebagai ajang penghargaan bagi mereka,” ujarnya.
Secara nasional, Hari Krida Pertanian tahun ini dipusatkan di Gorontalo dan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Sementara itu, Kota Bandung menggelar peringatannya setelah seluruh rangkaian kegiatan dan perlombaan sektor pertanian selesai dilaksanakan.
Menurut Gin Gin, peringatan tahun ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan beragam produk unggulan hasil pertanian perkotaan. Berbagai hasil panen kelompok tani, produk program Buruan Sae, hingga komoditas yang dipasarkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) turut dipamerkan kepada masyarakat.
Selain memberikan penghargaan kepada pelaku sektor pertanian yang berprestasi, Pemkot Bandung juga menyalurkan bantuan berupa sarana dan prasarana pertanian, benih, pupuk, pestisida, serta dukungan untuk pengembangan program Buruan Sae.
“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan menjadi penyemangat bagi para petani untuk terus berkarya. Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan,” kata Gin Gin.
Saat ini, kegiatan pertanian di Kota Bandung melibatkan kelompok tani dari 30 kecamatan. Tercatat terdapat sekitar 45 kelompok tani aktif yang bergerak di sektor pertanian konvensional. Selain itu, terdapat sekitar 555 kelompok Buruan Sae yang berkontribusi besar dalam penguatan ketahanan pangan keluarga dan pengembangan pertanian perkotaan.
Meski dikenal sebagai kota metropolitan, Bandung masih memiliki sekitar 699 hektare lahan sawah aktif yang tetap produktif menghasilkan padi. Selain petani padi, sektor pertanian Kota Bandung juga ditopang oleh petani hortikultura, perikanan, dan peternakan.
“Petani sawah masih ada dan tetap produktif. Begitu pula petani hortikultura, perikanan, dan peternakan. Namun yang paling dominan memang petani padi dan sayuran,” jelasnya.
Melalui peringatan Hari Krida Pertanian ke-54 ini, Pemkot Bandung berharap semangat para petani terus tumbuh sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
“Harapan kami, petani Kota Bandung semakin produktif dan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas. Pemerintah akan terus memberikan pendampingan, penyuluhan, serta bantuan yang dibutuhkan agar sektor pertanian tetap berkembang,” tuturnya.(*)

















